Lompat ke isi utama

Berita

Warganet Berdaulat: Dari Scroll, Share, hingga Smart Democracy, Bawaslu dan KPU Kota Denpasar Gaungkan Literasi Digital di RPKD

as

Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar hadir bersinergi dalam dialog interaktif melalui siaran radio di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) pada Kamis (15/10/2026).

Denpasar — Di era digital yang bergerak begitu dinamis, ruang siber telah bertransformasi menjadi arena utama bagi dinamika demokrasi. Menyadari pentingnya membangun kesadaran warga digital, Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar hadir bersinergi dalam dialog interaktif melalui siaran radio di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) pada Kamis (15/10/2026).

Mengusung tema utama “Warganet Berdaulat: Dari Scroll, Share, hingga Smart Democracy”, diskusi ini fokus membahas bagaimana mengubah kebiasaan harian warganet di media sosial menjadi fondasi penguatan kualitas demokrasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas.

Hadir dalam dialog tersebut Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana dan Anggota KPU Kota Denpasar Megawati Puranama Sari Wijaya serta Perwakilan Dari Gen Z Nabila Oktaviani.

Dalam diskusi Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana  menyampaikan Demokrasi hari ini tidak lagi terbatas di bilik suara atau ruang-ruang formal pemerintahan. "Media sosial kini menjadi ruang publik tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, memberikan kritik, berdiskusi, hingga mengawasi kebijakan publik," Tegas Hardy.

Bawaslu Kota Denpasar menekankan bahwa konsep Smart Democracy menghendaki masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen media sosial yang pasif, melainkan aktor digital yang berdaulat melalui tiga langkah utama, Scroll dengan Kesadaran Kritis, Share dengan Tanggung Jawab dan Partisipasi Aktif dan Etis.

Dalam diskusi tersebut, Megawati Punama Wijaya menegaskan pentingnya memeriksa sumber informasi, memastikan keaslian akun, serta membandingkan pemberitaan sebelum menyebarkannya. "Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan menyampaikan kritik serta saran secara santun,"Tegas Megawati.

"Sebagai mahasiswa dan bagian dari Gen Z Kota Denpasar, kita harus bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah percaya atau terpengaruh oleh informasi di internet. Mari kita menjadi warganet yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang benar demi menjaga kualitas demokrasi."

Dalam penutup dialog di RPKD Denpasar, ditegaskan kembali bahwa pengawasan pemilu dan penjagaan marwah demokrasi tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada penyelenggara pemilu saja. Dibutuhkan peran serta aktif seluruh elemen masyarakat mulai dari lingkungan keluarga, institusi pendidikan, hingga komunitas digital untuk bersama-sama merawat ruang siber. “Internet bukanlah tempat bebas tanpa aturan, melainkan ruang bersama yang harus dijaga. Mari jadikan gawai di tangan kita sebagai alat pengawal keadilan, penolak hoaks, dan penjaga persatuan bangsa,” pesan yang digaungkan dalam siaran kolaborasi bersama Bawaslu Kota Denpasar dan KPU Kota Denpasar tersebut.

Penulis dan Foto : Surni dan Nita

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar