Spill The Tech & Fakta Pemilu, Ajak Gen Z Cerdas Saring Informasi
|
Denpasar – Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Tidak hanya sebagai pengguna aktif media sosial, generasi muda juga diharapkan mampu menjadi penyaring informasi yang kritis dan bertanggung jawab, khususnya terkait kepemiluan. Pesan tersebut mengemuka melalui siaran radio RRI Pro 2 Denpasar, Senin (12/10/2026). Mengangkat tema Spill The Tech & Fakta Pemilu buat Gen Z, kegiatan kolaborasi Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar dan Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar ini membahas literasi digital, pencegahan hoaks, serta keterlibatan generasi muda dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029. Siaran berlangsung dengan dipandu oleh host RRI, Mitha.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, menyampaikan bahwa kedekatan generasi Z dengan teknologi digital menjadi potensi besar dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Namun, kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi perlu diimbangi dengan kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
“Gen Z memiliki peran penting dalam demokrasi. Kami mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memastikan kebenarannya sebelum membagikannya. Kebiasaan sederhana ini merupakan bagian dari pengawasan partisipatif,” ujar Dewa Ayu Manik.
Ia menjelaskan, pengawasan partisipatif dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memeriksa sumber informasi, membandingkan informasi dengan kanal resmi penyelenggara pemilu, serta tidak menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi.
Menurutnya, pendidikan pengawasan partisipatif tetap penting dilaksanakan pada masa non-tahapan. Melalui pemanfaatan media sosial dan berbagai saluran komunikasi publik, Bawaslu Kota Denpasar terus mendorong masyarakat agar memahami perannya dalam menjaga integritas demokrasi, tidak hanya ketika tahapan pemilu berlangsung.
“Kami berharap generasi muda membiasakan diri melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi Bawaslu dan KPU. Jangan terburu-buru percaya, apalagi langsung membagikan informasi yang belum terkonfirmasi. Menjadi pemilih cerdas juga berarti bertanggung jawab atas informasi yang kita sebarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Denpasar, Randy Gusas, menekankan pentingnya pendidikan pemilih berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda menjelang Pemilu 2029. Pemanfaatan teknologi digital, menurutnya, turut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses informasi kepemiluan secara lebih mudah.
Ia juga menyoroti tantangan penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi. Dalam menghadapi tantangan tersebut, KPU memanfaatkan media center untuk memantau isu dan memberikan klarifikasi sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh informasi yang tepat.
“Di era digital, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenarannya. KPU juga memiliki media center yang berperan dalam merespons isu dan memberikan informasi kepada masyarakat agar mereka memperoleh pemahaman yang tepat serta tidak mudah terjebak dalam berita hoaks,” ungkap Randy.
Diskusi juga melibatkan mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) yang sedang melaksanakan magang di Bawaslu Kota Denpasar. Kehadiran mereka menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan mengenai tantangan demokrasi di era digital sekaligus pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif.
Para mahasiswa menyoroti maraknya konten hoaks serta konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin menuntut kecermatan pengguna media sosial. Informasi yang tampak meyakinkan belum tentu benar, sehingga pemeriksaan sumber, konteks, dan keaslian konten menjadi kebiasaan penting yang perlu dibangun.
Melalui diskusi tersebut, generasi muda diajak untuk menerapkan prinsip sederhana dalam bermedia sosial: periksa sumbernya, pastikan kebenarannya, dan pikirkan dampaknya sebelum membagikannya. Sikap kritis terhadap informasi juga perlu berjalan seiring dengan kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Siaran RRI Pro 2 Denpasar ini menjadi salah satu bentuk sinergi Bawaslu dan KPU Kota Denpasar dalam mendekatkan pendidikan kepemiluan kepada generasi muda melalui media yang dekat dengan keseharian mereka. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat literasi digital dan mendorong tumbuhnya kesadaran pengawasan partisipatif pada masa non-tahapan.
Melalui semangat Spill The Tech & Fakta Pemilu buat Gen Z, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi bagian dari penjaga demokrasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab. Sebab, mengawal demokrasi dapat dimulai dari langkah sederhana: memastikan informasi yang diterima benar sebelum diteruskan kepada orang lain, demi terwujudnya Pemilu 2029 yang berkualitas dan berintegritas.
Penulis dan Foto : Dika dan Mahendra
Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar