Lompat ke isi utama

Berita

Antisipasi Serangan Siber, Bawaslu Denpasar Gandeng SAFEnet

As

Diskusi Bawaslu Denpasar dengan Anton Muhajirin praktisi SafeNet

Denpasar – Menghadapi tantangan pengawasan pemilu di era digital, Bawaslu Kota Denpasar menggandeng praktisi keamanan digital dari SAFEnet, Anton Muhajir, untuk membahas penguatan sistem dan perlindungan di ruang digital serta berbagai potensi tantangan keamanan sistem digital yang dihadapi lembaga penyelenggara pemilu

Kegiatan yang dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Suyanto dan Dewa Ayu Agung Manik Oktariani tersebut bertempat di Bale Bengong, Jalan Gitasura Peguyangan, Denpasar pada Kamis (12/10) sore.

Pada kesempatan tersebut, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, menyampaikan bahwa perkembangan sistem digital dalam penyelenggaraan pemilu memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek pengamanan.

“Pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu harus diimbangi dengan sistem pengamanan yang memadai agar tidak menimbulkan kerawanan baru, baik dari sisi data maupun proses pengawasan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengaturan kepemiluan di ruang digital masih memerlukan penguatan melalui edukasi, penyusunan standar operasional prosedur, serta regulasi yang lebih jelas.

“Ke depan diperlukan penguatan regulasi dan peningkatan literasi digital agar seluruh pihak memahami batasan serta tanggung jawab dalam ruang digital,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Suyanto menegaskan bahwa penguatan keamanan digital merupakan bagian dari proses pembenahan kelembagaan Bawaslu dalam menghadapi dinamika pengawasan pemilu di era digital.

“Penguatan keamanan digital bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari upaya pembenahan kelembagaan agar Bawaslu lebih siap menghadapi tantangan pengawasan pemilu di era digital,” tegas Suyanto.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, Bawaslu Kota Denpasar merencanakan forum diskusi yang melibatkan aparat penegak hukum dan akademisi. Suyanto menyampaikan bahwa diskusi tersebut direncanakan menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Bali dan pakar hukum dari Fakultas Hukum Universitas Udayana serta akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami merencanakan diskusi lanjutan dengan melibatkan Polda Bali dan Fakultas Hukum Universitas Udayana agar penguatan keamanan digital ini dapat dilihat dari aspek teknis maupun hukum,” jelasnya.

Sementara itu, praktisi SAFEnet, Anton Muhajir, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini melakukan pendampingan terhadap berbagai kasus pelanggaran di ruang digital, termasuk pelanggaran hak cipta dan kekerasan berbasis gender online.

“Selama ini SAFEnet banyak melakukan pendampingan terhadap kasus-kasus di ruang digital, mulai dari pelanggaran hak cipta hingga kekerasan berbasis gender online,” ungkap Anton.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan serangan siber perlu dilakukan sejak dini guna meminimalkan potensi gangguan, khususnya menjelang tahapan pemilu.

“Pencegahan harus dilakukan sejak awal agar potensi serangan siber dapat diminimalkan, terutama menjelang tahapan pemilu,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap dapat memperkuat sinergi dan kapasitas kelembagaan dalam pengawasan pemilu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, baik dari aspek teknis maupun hukum.

Penulis : Fauzaan