Bawaslu dan KPU Denpasar Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Demokrasi sebagai Warisan Bersama
|
Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk terus menjaga ekosistem demokrasi secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif, literasi digital, serta kepedulian terhadap berbagai isu publik. Ajakan tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Morning Vibes RRI Pro 2 Denpasar bertema “Mengawal Ekosistem Demokrasi dan Lingkungan Demokrasi sebagai Pilar Warisan Bersama” yang disiarkan langsung dari Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar, Senin (8/6/2026).
Hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Suyanto, dan Anggota KPU Kota Denpasar, Randy Gusas. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Suyanto menjelaskan bahwa demokrasi merupakan sebuah ekosistem yang harus terus dirawat melalui keterlibatan masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggara pemilu. Menurutnya, meskipun saat ini tidak berada dalam tahapan pemilu, Bawaslu dan KPU tetap menjalankan berbagai program untuk menjaga kualitas demokrasi, salah satunya melalui pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan guna memastikan hak pilih masyarakat tetap terlindungi.
“Data-data tersebut merupakan data yang harus kita jaga agar teman-teman dan saudara-saudara kita tetap terjaga hak pilihnya,” tegas Suyanto.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi dan mekanisme demokrasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.
Sementara itu, Randy Gusas menegaskan bahwa demokrasi tidak dapat berjalan hanya oleh penyelenggara pemilu. Menurutnya, demokrasi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peserta pemilu, media massa, pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas pemuda, hingga masyarakat sipil. Partisipasi seluruh elemen tersebut menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya hoaks, sikap apatis, serta rendahnya pengawasan terhadap kebijakan publik.
“Ibaratnya, jika salah satu unsur rusak, maka akan terjadi imbalance atau ketidakseimbangan dalam jalannya demokrasi di negara kita. Oleh karena itu, mari kita jaga keseimbangan unsur-unsur tersebut,” ujarnya.
Memasuki segmen kedua dialog, Randy mengingatkan pentingnya membangun budaya berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menyampaikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana untuk memperkuat demokrasi, namun juga berpotensi menjadi ruang penyebaran hoaks dan disinformasi apabila tidak digunakan secara bijak.
Menurutnya, generasi muda perlu membiasakan diri untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya, lebih selektif dalam memilih sumber informasi, menghindari akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian, serta menjaga jejak digital sebagai bentuk tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi. Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas di media sosial memiliki dampak terhadap kualitas ruang demokrasi.
Pada sesi yang sama, Suyanto menjelaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijalankan secara bertanggung jawab dan beretika. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Bawaslu Kota Denpasar secara aktif melaksanakan berbagai program pendidikan demokrasi, mulai dari sosialisasi kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi mengenai demokrasi digital dan ancaman deepfake, menghadirkan akademisi serta pakar hukum sebagai narasumber edukasi publik, hingga menjalankan Program Desa Sadar Demokrasi yang menyasar desa dan berbagai organisasi masyarakat di Kota Denpasar.
Menutup dialog, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga demokrasi melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna, seperti menolak penyebaran hoaks, menolak praktik politik uang, menjaga ruang dialog yang sehat dan saling menghormati, serta menggunakan hak pilih pada setiap penyelenggaraan pemilu.
Melalui dialog interaktif ini, Bawaslu Kota Denpasar dan KPU Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi dapat terus tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, ekosistem demokrasi yang sehat, partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan dapat terwujud sebagai warisan bersama bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Penulis dan Foto : Agus Suryadnyana
Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar