Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Denpasar Gaungkan Peran Kartini Masa Kini: Menjaga Bumi, Mengawasi Demokrasi

As

Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar 95,3 FM bersama KPU Kota Denpasar dan komunitas lingkungan Kawan Alam Bali. Mengangkat tema “Kartini Masa Kini: Menjaga Bumi, Mengawasi Demokrasi”pada Senin (13/04/2026)

Denpasar - Dalam rangka memperingati semangat emansipasi perempuan di era modern, Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar 95,3 FM bersama KPU Kota Denpasar dan komunitas lingkungan Kawan Alam Bali. Mengangkat tema “Kartini Masa Kini: Menjaga Bumi, Mengawasi Demokrasi”pada Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan kolaboratif untuk memperkuat peran perempuan dalam isu demokrasi dan lingkungan.

Dalam dialog tersebut, Anggota Bawaslu Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menegaskan bahwa semangat Kartini masa kini tidak hanya terbatas pada perjuangan kesetaraan, tetapi juga meluas pada kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kualitas demokrasi.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang berani bersuara, peduli terhadap lingkungan, dan aktif mengawal demokrasi. Peran perempuan hari ini sangat strategis, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif dalam setiap tahapan pemilu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bawaslu Denpasar menekankan bahwa pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan dan komunitas lingkungan.

“Isu lingkungan dan demokrasi memiliki irisan yang kuat. Ketika masyarakat sadar akan pentingnya menjaga bumi, maka kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi juga akan tumbuh. Di sinilah peran perempuan menjadi kunci, sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi dan menggerakkan lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, KPU Kota Denpasar dalam kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya partisipasi perempuan dalam proses demokrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemilu.

“Partisipasi perempuan dalam pemilu sangat penting, baik sebagai pemilih maupun peserta. Regulasi juga mendorong keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam daftar calon sebagai bentuk afirmasi kesetaraan. R.A. Kartini  telah membuka jalan bagi perempuan untuk berperan aktif dalam demokrasi", ungkap perwakilan KPU Kota Denpasar.

Dari sisi lingkungan, Henny Paula Sitohang, Founder Kawan Alam Bali turut menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga bumi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Menjaga bumi adalah gerakan kolaboratif. Perempuan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan dari lingkup terkecil, seperti keluarga hingga komunitas. Tentunya menjaga lingkungan harus dilakukan bersama-sama, seperti halnya menjaga demokrasi", jelas Henny.

"Seperti pada kegiatan bersih-bersih pantai bersama Bawaslu Kota Denpasar, kami turut menyisipkan sosialisasi pengawasan partisipatif. Hal inilah yang mendorong kami untuk terus berkolaborasi dengan penyelenggara pemilu", tambahnya.

Melalui siaran ini, diharapkan masyarakat, khususnya perempuan, semakin terdorong untuk berperan aktif tidak hanya dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Bawaslu Denpasar berkomitmen untuk terus mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi di Kota Denpasar.

Penulis dan foto : Surya

Editor : Humas Bawaslu Denpasar