Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Denpasar Gelar Diskusi Edukasi Demokrasi Bersama SMPN 13 Denpasar

As

Diskusi demokrasi dengan guru-guru di SMP N 3 Denpasar

Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar melaksanakan kegiatan diskusi konsolidasi demokrasi bersama Kepala SMP Negeri 13 Denpasar, Senin (26/1/2026). Diskusi ini sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan.

Kegiatan diskusi ini merupakan bentuk tindak lanjut atas penugasan Bawaslu Kota Denpasar untuk melakukan konsolidasi demokrasi melalui dialog dan diskusi dengan pemangku kepentingan, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dalam diskusi tersebut, Bawaslu Kota Denpasar mengangkat sejumlah isu strategis yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi, di antaranya politik uang, disinformasi atau hoaks, serta netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang berintegritas sejak dini. Oleh karena itu, kolaborasi dengan satuan pendidikan dinilai strategis dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu, terutama di luar tahapan pemilu.

“Ruang lingkup pendidikan menjadi pilar penting untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini,” jelas Dewa Ayu Manik.

Lebih lanjut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Denpasar itu mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu memiliki tugas melakukan pencegahan pelanggaran pemilu dan pencegahan sengketa proses pemilu.

Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan serta pelanggaran pemilu, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, menyambut baik kegiatan diskusi ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya penguatan demokrasi melalui pendidikan politik yang sehat dan berintegritas di lingkungan sekolah.

Penulis : Gus Mahendra

Foto : Surya