Bawaslu Denpasar Hadiri Diskusi di Universitas Warmadewa, Soroti Partisipasi Anak Muda di Era Demokrasi Digital
|
Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar melalui Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, menghadiri diskusi publik yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa, dengan tema “Clicktivism: Menilai Kualitas Partisipasi Anak Muda dalam Ketahanan Demokrasi Digital”, pada Kamis (29/01). Diskusi Publik yang berlangsung di Gedung Aula Ajnadewi Lantai 5 Gedung FTP Universitas Warmadewa tersebut menghadirkan berbagai narasumber yang membahas peran serta tantangan partisipasi generasi muda dalam demokrasi di era digital.
Wakil Dekan II FISIP Universitas Warmadewa, Dra. Lilik Antarani, M.Erg, dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan serius bagi demokrasi. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai aktor utama yang akan menentukan arah demokrasi Indonesia ke depan.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir sebagai narasumber memaparkan keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Bali yang berlangsung tanpa adanya sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi. Ia juga menyoroti upaya penerapan green election serta pelibatan generasi muda melalui program magang dan produksi konten kreatif untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Terkait digitalisasi pemilu, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap isu keamanan dan kerahasiaan data pemilih.
Di sisi lain, narasumber dari ELSAM (Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) Nurul Izmi, mengulas fenomena post-truth politics serta tantangan serius dari perkembangan teknologi, termasuk Generative AI, yang berpotensi memperkuat misinformasi dan disinformasi dalam ruang demokrasi digital. Kondisi ini dinilai dapat mengancam kualitas pengawasan dan akuntabilitas demokrasi apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, menegaskan bahwa partisipasi digital generasi muda perlu diarahkan agar memiliki dampak nyata bagi penguatan demokrasi. Ia berharap diskusi publik ini dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas generasi muda sebagai pengawas partisipatif, sekaligus memperkuat ketahanan demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital.
penulis dan foto Surya Adita