Bawaslu Kota Denpasar Hadiri Pergantian Pengurus DPC IMM 2025–2026
|
Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Panji Kelakan, menghadiri kegiatan Pergantian Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPC IMM) Denpasar) periode 2025–2026 yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada Jumat (10/10).
Dalam kesempatan tersebut, Panji Kelakan menyampaikan apresiasi kepada para pengurus baru dan menekankan pentingnya kesinambungan estafet kepemimpinan di kalangan mahasiswa.
“IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi wadah pembentukan karakter, nilai, dan kesadaran kebangsaan yang berakar pada semangat perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tentang sejarah panjang Muhammadiyah sebagai salah satu gerakan Islam modern yang berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan banyak tokoh nasional. Salah satunya, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang dalam perjalanan intelektualnya memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Menurut Panji, ideologi Soekarno yang berpadu dengan semangat Islam berkemajuan menunjukkan bahwa agama, nasionalisme, dan demokrasi dapat berjalan seiring membentuk kepribadian bangsa yang berdaulat dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Panji mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar, berorganisasi, dan membangun kesadaran sosial-politik. “Berorganisasi di tingkat mahasiswa bukan hanya untuk memperluas jaringan, tetapi juga melatih kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Di era saat ini, kesadaran terhadap demokrasi dan partisipasi publik harus tumbuh sejak dini,” tegasnya.
Panji menambahkan, memperjuangkan dan menjaga demokrasi tidak harus menjadi bagian dari lembaga seperti Bawaslu. Menurutnya, setiap organisasi mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengawal moral dan intelektual dalam proses demokrasi, sepanjang tetap berpegang pada ideologi dan nilai dasar bangsa Indonesia.
“Bagi IMM dan seluruh organisasi mahasiswa, dasar perjuangan tetaplah Pancasila, yang sila pertamanya menegaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sanalah lahir kesadaran bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya soal politik kekuasaan, tetapi juga soal moralitas dan tanggung jawab spiritual,” tutupnya.
Kehadiran Bawaslu Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kemahasiswaan dalam membangun kesadaran politik yang sehat, cerdas, dan beretika di kalangan generasi muda.