Cegah Disinformasi, Bawaslu Denpasar Ingatkan Bahaya Hoaks Menjelang Pemilu
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar telah menggandeng stakeholder untuk menangkal isu-isu negatif dari ancaman hoax serta menyiapkan strategi untuk menampung aspirasi masyarakat di sudut informasi papan pengumuman yang ada di desa dan kelurahan diwilayah Kota Denpasar. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana saat menjadi narasumber dalam siaran Radio Publik Kota Denpasar. Jumat (22/08).
Seperti tema siaran kali ini yaitu “Aspirasi Rakyat dan Ancaman Hoaks dalam Demokrasi", Hardy menegaskan pentingnya menjaga kemurnian aspirasi rakyat sekaligus mewaspadai ancaman hoaks yang kian marak menjelang Pemilu dan Pemilihan Serentak mendatang.
"Aspirasi rakyat adalah inti dari demokrasi. Karena itu, tugas kita semua termasuk penyelenggara, peserta, maupun masyarakat adalah memastikan suara rakyat tidak terdistorsi oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa dua sisi. Di satu sisi, teknologi mempermudah akses informasi dan partisipasi politik masyarakat. Namun, di sisi lain, arus informasi yang tidak terverifikasi berpotensi melahirkan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang dapat menggerus kepercayaan publik pada proses demokrasi.
“Kami di Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar berkomitmen memperkuat literasi digital pemilih, menggandeng media, komunitas, serta tokoh masyarakat untuk melawan hoaks. Ini bagian dari strategi menyoongsong pemilu dan pemilihan mendatang agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu menyesatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Denpasar Randy Gusas yang hadir dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya keterbukaan informasi, pelayanan data pemilih yang akurat, serta transparansi penyelenggaraan tahapan pemilu.
"Jika kita melihat hoax ini ada 3 yaitu miss informasi yang terjadi ketika informasi itu tidak benar tanpa menilmbulkan hal negatif, yang kedua disinformasi ketika informasi tidak benar dan sengaja disebarkan sehingga menimbulkan dampak negatif inilah yang berbahaya dan yang ketiga informasi ini benar dan menyebabkan dampak negatif inilah yang bersumber dari aspirasi masyarakat dimana dikaitkan dengan kejadian - kejadian baru yang berkaitan dengan kebutuhan bersama sehingga memicu untuk menyampaikan kebenaran", papar Randy.
Acara siaran ini sekaligus menjadi momentum edukasi publik, bahwa demokrasi bukan hanya milik penyelenggara, tetapi juga milik seluruh rakyat. Dengan kewaspadaan bersama terhadap hoaks, serta semangat menjaga aspirasi rakyat, Pemilu di Denpasar diharapkan berjalan lebih bermartabat, damai, dan berintegritas.