Dari Komentar ke Partisipasi Demokrasi, Bawaslu Denpasar Dorong Netizen Bijak Bermedia Sosial
|
Denpasar – Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar terhadap kualitas demokrasi, khususnya dalam interaksi dan penyampaian pendapat masyarakat di ruang publik. Melalui siaran dialog interaktif bertema “Netizen Berdaulat: Dari Komentar ke Partisipasi Demokrasi” di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD), Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, Jumat (13/3/2026).
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, yang hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa kemajuan teknologi di era digital dapat menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta memperkuat partisipasi publik dalam meningkatkan kualitas demokrasi.
“Masyarakat sebagai netizen yang berdaulat tidak hanya aktif memberikan komentar di media sosial, tetapi juga diharapkan memiliki tanggung jawab dalam menggunakan media sosial itu sendiri, khususnya dalam menyampaikan pendapat serta menangkal penyebaran berita hoaks. Selain itu, masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi dalam pengawasan untuk meningkatkan kualitas demokrasi,” ujar Hardy.
Ia menambahkan bahwa saat ini media sosial menjadi salah satu sumber informasi yang paling banyak digunakan masyarakat. Namun demikian, tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan masih relatif rendah. Oleh karena itu, Bawaslu Kota Denpasar terus melakukan berbagai upaya mitigasi dengan mengajak masyarakat lebih aktif terlibat dalam pengawasan di daerah melalui pengawasan partisipatif guna menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Denpasar, Randy Gusas, yang juga hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut menegaskan bahwa masyarakat Kota Denpasar dinilai cukup cerdas dalam menyikapi perkembangan informasi digital. Berdasarkan kajian yang ada, generasi Z dan generasi milenial mendominasi sebagai partisipan pemilih, sehingga kedua generasi tersebut memiliki peran yang signifikan dalam berbagai isu penguatan demokrasi.
“Partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda, menunjukkan kesadaran politik yang tinggi dan penting dalam menentukan arah kebijakan serta isu-isu penguatan demokrasi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sebagai netizen yang berdaulat tidak hanya aktif berkomentar di media sosial, tetapi juga bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Ke depan, peningkatan literasi digital menjadi hal yang penting, khususnya bagi pemilih pemula, pemilih perempuan, kelompok marginal, serta penyandang disabilitas. Upaya ini perlu dilakukan sejak dini sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029, sehingga masyarakat semakin siap berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Pada kesempatan tersebut, salah satu mahasiswa Universitas Udayana, Zelda Bodhisetya Wadani, yang mewakili generasi Z menyampaikan bahwa di era digital saat ini, diskusi dan komentar di media sosial harus didasarkan pada verifikasi informasi, terutama di tengah maraknya penyebaran berita hoaks yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
“Sebagai generasi Z di era digitalisasi, peran dalam partisipasi demokrasi dapat dilakukan dengan menyaring informasi untuk menghindari penyebaran hoaks. Hal itu dapat dilakukan dengan memastikan kebenaran berita, mencari sumber yang valid, serta bijak dalam memberikan komentar,” ujarnya.
Di akhir dialog, Bawaslu Kota Denpasar dan KPU Kota Denpasar berharap masyarakat, khususnya di Kota Denpasar, dapat menjaga kualitas demokrasi melalui penggunaan media digital secara bijak. Masyarakat juga diharapkan mampu memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial serta memberikan komentar yang bertanggung jawab, sehingga partisipasi publik menjadi lebih cerdas, aman, dan konstruktif bagi proses demokrasi.
Penulis dan foto : Dika
Editor : Humas Bawaslu Denpasar