Lompat ke isi utama

Berita

Denpasar-Bali Jadi Lokasi Ketiga Supervisi Kabiro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Bawaslu RI, Bahas 3 Proker Utama

As

Denpasar, Bawaslu Denpasar - Kepala Biro (Kabiro) Fasilitasi Pengawasan Pemilu Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Eliazar Barus, melakukan supervisi ke Bawaslu Denpasar, Kamis (10/7/2025) siang.

Eliazar Barus hadir di Kantor Bawaslu Denpasar bersama Anggota Bawaslu Bali Ketut Ariyani, Kabag Pengawasan Pemilu dan Humas Ni Luh Supri Cahyani, Kabag P3SPH I Made Aji Swardhana, serta staf jajaran Sekretariat Bawaslu Bali.

Sementara itu, rombongan disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Anggota Bawaslu Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan, Suyanto, Kepala Sekretariat Bawaslu Denpasar Ni Wayan Ernirusita, serta Kasubbag dan staf jajaran Sekretariat Bawaslu Denpasar.

Pasalnya, Provinsi Bali dan Kota Denpasar menjadi lokasi ketiga yang dilakukan supervisi pasca dua bulan ia menduduki jabatan Kabiro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Bawaslu RI. Sebelumnya Eliazar Barus menyebut telah melakukan supervisi ke Medan dan Banjarmasin.

“Senang sekali bisa berkunjung. Ini (Denpasar, Bali) daerah ketiga selama hampir dua bulan di Biro Fasilitasi Pengawasan. Sebelumnya saya ke Medan, dan Banjarmasin,” ujarnya di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, eks Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat itu mengatakan, Bawaslu RI memiliki tiga program kerja utama. Seluruhnya, disebut diampu oleh Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu.

“Kami ada tiga program utama. Pertama, ada parmas (partisipasi masyarakat). Kedua, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Ketiga, terkait dengan aplikasi. Tiga-tiganya itu di biro kami. Kami harus mempersiapkan dengan baik,” paparnya.

Soal partisipasi masyarakat, kata dia, Bawaslu RI telah melaksanakan “kick-off” Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Ini disebut menjadi tonggak awal edukasi kepada masyarakat untuk ikut membersamai pengawasan pemilu dan pilkada.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat meningkat melalui sosialisasi yang akan digelar. Bahkan, sosialisasi ini akan dilakukan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai mitra kerja.

“Nanti ada juga sosialisasi dengan DPR. Rencana ada 100 titik,” imbuhnya.

Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB), lanjut dia, Eliazar mengapresiasi kerja jajaran Bawaslu Kota Denpasar yang telah melakukan pengawasan coklit terbatas hingga uji petik mandiri.

Ia tak mengelak bila akan terjadi perbedaan lantaran pembaruan data oleh Disdukcapil dilaksanakan setiap enam bulan. Pun soal PDPB yang disebut menjadi kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU), diharapkan dapat terus diawasi lantaran fungsi pengawasan dikatakan tetap berada di Bawaslu.

“Sementara belum sinkron juga karena Dukcapil itu updatenya perenam bulan. Tapi kita manfaatkan proses dan lakukan pengecekan di lapangan. Mau tidak mau, walaupun ini kerja KPU, tapi fungsi pengawasan itu ada di kita,” tegasnya.

Di akhir, Eliazar juga menjelaskan soal aplikasi yang kini tengah dirancang Bawaslu RI. Pasalnya, Bawaslu RI disebut tengah menggodok sebuah dashboard untuk menyatukan aplikasi lainnya di lingkungan Bawaslu. “Terkait PPID, Bawaslu menyiapkan dashborad. Agar tidak terpisah-pisah. Itu akan kita siapkan,” pungkasnya.

Usai membahas tiga program utama dan diskusi soal kerja-kerja Bawaslu Denpasar, Eliazar dan jajaran Bawaslu Denpasar melaksanakan penanaman pohon integritas berupa bibit pohon Manggis di halaman Kantor Bawaslu Denpasar. Hal ini sebagai simbol integritas dan kejujuran dalam pengawasan Pemilu.

Penulis : Gus Mahendra

Foto : Surya