Dorong Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Bawaslu Denpasar Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Fakultas Hukum Unud
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Denpasar berkomitmen untuk mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Keseriusan Bawaslu Denpasar ditunjukkan melalui penjajakan peluang kerja sama saat menggelar audiensi bersama jajaran Dekanat Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) di Gedung Dekanat FH Unud, Jl. Pulau Bali Nomor 1 Denpasar pada Senin (4/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Anggota Bawaslu Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, Suyanto, Ni Wayan Eka Lestari, dan I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan, serta Kasubbag dan Staf Sekretariat Bawaslu Denpasar.
Kehadiran Bawaslu Denpasar dengan formasi lengkap ini disambut oleh Wakil Dekan II FH Unud Nyoman Satyayudha Dananjaya, Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama FH Unud Made Suksma Prijandhini Devi Salain, serta Dosen FH Unud Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Denpasar I Putu Hardy Sarjana mengatakan kehadiran Bawaslu Denpasar untuk mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya, dengan menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada mahasiswa baru di lingkungan FH Unud.
“Kami dari Bawaslu Kota Denpasar hadir untuk ikut mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti menggelar sosialisasi melalui rencana kerja sama yang akan dilakukan,” ungkap Hardy.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani mengatakan, sosialisasi ini dilakukan lantaran mahasiswa baru tersebut akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu maupun Pilkada selanjutnya.
Tak hanya menggunakan hak pilihnya, kata Dewa Ayu Manik, mahasiswa baru diharapkan pula untuk ikut mengawal hak demokrasi masyarakat melalui pengawasan partisipatif.
“Agar mahasiwa tidak hanya menggunakan hak pilihnya saja, tapi juga ikut mengawasi. Hal seperti ini yang perlu kita edukasi dalam rangka pengawasan partisipatif,” tambahnya.
Selain edukasi, Bawaslu Denpasar juga membuka pintu bagi mahasiswa FH Unud untuk melakukan perhomonan data dalam rangka pembuatan makalah maupun skripsi. Hal ini disebut Dewa Ayu Manik sebagai upaya Bawaslu Denpasar untuk mendorong Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal penelitian.
“Mahasiswa banyak juga yang mencari data untuk bahan makalah, skripsi. Itu akan kami siapkan. Ini komitmen kami untuk mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.
Pun dalam potret hukum, Anggota Bawaslu Denpasar I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan mengatakan FH Unud dapat bekerja sama dengan Bawaslu Denpasar melalui Udayana Moot Court Community. Tentunya, dengan topik pembahasan perselisihan Pemilu.
Meski kerja-kerja Bawaslu didominasi oleh dunia politik, namun dasar pelaksanaannya tetap berkaitan dengan hukum.
“Kita bisa bekerja sama misalnya UMCC, peradilan semu, yang mungkin topiknya adalah perselisihan Pemilu. Meskipun dunianya politik, tapi tidak telepas juga dari hukum. Itu yang kami harapkan, kita bisa bersinergi ke depannya,” pandangnya.
Hal ini direspons positif oleh Wakil Dekan II FH Unud Nyoman Satyayudha Dananjaya. Pihaknya menekankan agar rencana kerja sama ini tetap berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Terima kasih sudah bisa hadir di Fakultas Hukum Unud. Seperti yang disampaikan tadi ada kerja sama. Yang pasti tetap mengedepankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Mendindaklanjuti rencana kerja sama ini, Satyayudha akan berkoordinasi dengan lembaga eksekutif mahasiswa di lingkungan FH Unud dalam rangka memberi ruang bagi Bawaslu Denpasar untuk melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru.
Sosialisasi yang direncanakan berlangsung saat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 25-26 Agustus 2025 mendatang itu diharpkan mampu mengedukasi mahasiswa untuk menjadi pemilih yang baik dan awas terhadap jenis-jenis pelanggaran Pemilu dan Pilkada.
“Nanti akan kita arrange waktunya. Kalau kita lihat, mahasiswa baru ini akan menjadi pemilih pemula. Mungkin ada masukan, agar bagaimana menjadi mahasiswa dan pemilih pemula yang baik,” pungkasnya.
Penulis : Gus Mahendra