Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Denpasar Audiensi ke Disdikpora

As

Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Suyanto selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Ni Wayan Eka Lestari selaku Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat, serta Jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Denpasar. Rabu (18/06).

Sementara itu, kedatangan Bawaslu Kota Denpasar disambut langsung oleh Kepala Disdikpora Kota Denpasar, A.A. Gede Wiratama.

Dalam kesempatan tersebut, Hardy mengatakan tujuan audiensi digelar lantaran Bawaslu Kota Denpasar akan melaksanakan sosialisasi kepada pelajar di Kota Denpasar. Hal tersebut direncanakan berlangsung saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kita ingin menggugah hati mereka untuk bisa peduli dengan demokrasi di Kota Denpasar melalui sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pelajar,” ujar Hardy.

Menurutnya, sosialisasi kepada pelajar memiliki peran penting dalam pengawasan partisipatif. Sebab, mereka nantinya akan menjadi pemilih pemula pada pemilu atau pemilihan kepala daerah periode berikutnya.

Tak hanya menggunakan hak pilih, nantinya mereka diharapkan dapat ambil bagian dalam pengawasan pemilu. Selain itu, sosialisasi juga diharapkan dapat mendongkrak partisipasi masyarakat pada hari pencoblosan.

“Setidaknya dari kita sosialisasi, pemilih nanti saat Pemilu ada peningkatan. Kita tidak ingin terus menjadi yang terakhir,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Disdikpora Kota Denpasar, A.A. Gede Wiratama. Pihaknya menegaskan siap mendukung Bawaslu Kota Denpasar dalam rencana sosialisasi tersebut.

Mengakomodir permintaan tersebut, Wiratama berencana untuk memasukkan materi pendidikan politik saat pelaksanaan MPLS. Sementara itu, Bawaslu Kota Denpasar dikatakan dapat hadir sebagai pembicara.

Dukungan ini muncul guna mendorong pemahaman kepemiluan dan pengawasannya kepada para pelajar yang nantinya menjadi pemilih pemula. “Nanti akan tiang (saya) cantumkan misalnya (materi) pendidikan politik. Mereka akan mencari Bawaslu untuk menjadi narasumber,” pungkasnya.

Penulis : Gus Mahendra