Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kota Denpasar Gandeng Kelurahan Tonja Jadi Mitra “Desa/Kelurahan Sadar Demokrasi”
|
Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar terus memperkuat konsolidasi demokrasi di tingkat lokal melalui koordinasi bersama Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar. Terkini, Bawaslu Kota Denpasar melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan Lurah Tonja di Kantor Kelurahan Tonja, pada Jumat (13/02).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif serta mitigasi potensi pelanggaran menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana menyampaikan rencana pembentukan program “Desa Sadar Demokrasi” yang akan dilaksanakan di seluruh desa dan kelurahan se-Kota Denpasar. Sebagai tahap awal, Kelurahan Tonja dan Desa Dangin Puri Kaja akan menjadi pilot project pada program ini.
“Melalui program Desa Sadar Demokrasi, kami ingin mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu secara berkelanjutan. Kelurahan Tonja dan Dangin Puri Kaja akan menjadi pilot project sebelum diterapkan secara menyeluruh di Kota Denpasar,” ujar Hardy.
Selain itu, Bawaslu Kota Denpasar membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Apabila terdapat kegiatan karang taruna atau forum pengumpulan warga, pihak kelurahan dapat menghubungi Bawaslu Kota Denpasar untuk memberikan pemahaman terkait dengan aturan maupun pengawasan pemilu dan pemilihan.
Hardy juga menekankan pentingnya mitigasi pengawasan menjelang Pemilu 2029, khususnya terkait dinamika media sosial (ruang digital) dan potensi pertarungan digital yang diprediksi akan semakin tinggi. Di samping itu, penguatan pemahaman mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi.
Sementara itu, Lurah Tonja I Gede Oka Darmawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kota Denpasar yang turun langsung melakukan konsolidasi di wilayahnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Kelurahan Tonja sebagai salah satu pilot project Desa Sadar Demokrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Bawaslu Kota Denpasar yang telah turun langsung dan menjadikan Kelurahan Tonja sebagai pilot project. Kami mendukung program ini,” ujarnya.
Oka Darmawan menambahkan, pada bulan Februari akan dilaksanakan kegiatan bersama karang taruna yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi pengawasan pemilu. Selain itu, minggu pertama di setiap bulannya juga terdapat kegiatan posyandu yang berpotensi menjadi sarana edukasi kepada masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa sasaran awal penguatan pemahaman akan difokuskan pada netralitas ASN. Rencananya, ASN di wilayah Kelurahan Tonja akan turut dilibatkan dalam pertemuan bersama karang taruna untuk menerima arahan langsung dari Bawaslu Kota Denpasar.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan sinergi antara Bawaslu Kota Denpasar dan pemerintah kelurahan dapat semakin memperkuat kesadaran demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan, serta menjaga kualitas demokrasi di Kota Denpasar secara berkelanjutan.