Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Talkshow Demokrasi Hijau, Bawaslu Denpasar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

As

Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam talkshow bertema Demokrasi Hijau yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Bali Sustainability Project (BSP) – III: Eco Festival Peringatan Hari Bumi 2026.

Badung – Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam talkshow bertema Demokrasi Hijau yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Bali Sustainability Project (BSP) – III: Eco Festival Peringatan Hari Bumi 2026. Kegiatan ini digelar oleh komunitas lingkungan Kawan Alam sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan dan peran demokrasi dalam menjaga lingkungan pada Minggu (26/04/2026) bertempat di Discovery Mall Bali.

Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa demokrasi harus berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk membangun kesadaran bersama, bahwa demokrasi juga harus berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, salah satu isu krusial yang disoroti dalam penyelenggaraan demokrasi yakni penggunaan alat peraga kampanye seperti baliho yang dinilai memiliki dampak terhadap lingkungan. Pemasangan baliho yang masif kerap menimbulkan persoalan baru, mulai dari penumpukan sampah pasca pemilu hingga penggunaan material yang sulit terurai.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani yang hadir sebagai salah satu narasumber talkshow menjelaskan, bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mulai diarahkan pada kesadaran akan dampak ekologis dari setiap tahapan pemilu. Pendekatan demokrasi hijau menjadi penting untuk mendorong praktik kampanye yang lebih ramah lingkungan, seperti pembatasan penggunaan bahan tidak ramah lingkungan serta inovasi kampanye digital.

“Isu baliho ini menjadi perhatian bersama. Selain aspek ketertiban dan regulasi, kita juga perlu memikirkan dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan. Demokrasi harus berjalan, tapi tetap memperhatikan keberlanjutan,” ungkapnya.

“Jika menemukan baliho yang melanggar, silakan dilaporkan ke Bawaslu agar bisa kami tindak lanjuti bersama pihak terkait. Ini bagian dari pengawasan partisipatif sekaligus menjaga lingkungan tetap tertib”, tambahnya.

Dalam talkshow ini juga hadir narasumber dari Bawaslu Kabupaten Badung serta perwakilan dari Kawan Alam yang berbagi perspektif mengenai pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong praktik demokrasi yang lebih berkelanjutan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendorong pengawasan partisipatif yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga adaptif terhadap isu-isu strategis, termasuk keberlanjutan lingkungan di Bali.

Penulis : Sonia

Foto : Surya

Editor : Humas Bawaslu Denpasar