Lompat ke isi utama

Berita

Melalui Siaran RPKD, Bawaslu Kota Denpasar Ajak Gen Z Aktif Kawal Demokrasi

as

Bawaslu Kota Denpasar menjadi narasumber dalam siaran di RPKD

Denpasar, Bawaslu Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar menggelar dialog interaktif di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD), Jumat (13/2/2026). Mengangkat tema “Gen Z & Milenial: Bukan Sekadar Angka di TPS”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran serta kualitas partisipasi generasi muda dalam mengawal demokrasi di Kota Denpasar.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Ni Wayan Eka Lestari yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengawasan pemilu kini dilakukan secara menyeluruh, baik di lapangan maupun di ruang digital.

“Pengawasan Pemilu 2024 tidak hanya secara langsung di lapangan, tetapi juga di media sosial. Untuk mengantisipasi potensi pelanggaran, kami bekerja sama dengan tim siber dari kepolisian serta melibatkan gen z dalam pengawasan partisipatif yang melek teknologi dan digitalisasi,” ujar Eka Lestari.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Kota Denpasar itu  juga menekankan pentingnya literasi politik dan pemahaman terhadap pelanggaran pemilu sejak dini.

“Pendidikan politik bagi gen z terus kami lakukan pada masa non-tahapan dengan menyasar pelajar sekolah menengah, agar pada pemilu mendatang mereka sudah paham dan mengerti tentang politik, khususnya pengawasan pemilu,” jelasnya.

Menurut Eka Lestari, Bawaslu Kota Denpasar secara aktif melakukan analisis terhadap informasi hoaks serta melakukan pencegahan melalui pendekatan langsung dan media sosial.

“Kami melakukan analisa terhadap berita hoaks dan memecahkan persoalan untuk mengawal demokrasi. Pemahaman terhadap pelanggaran sedini mungkin selalu kami tekankan, baik melalui media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran politik generasi muda. “Kami melakukan konsolidasi demokrasi untuk pemilihan mendatang agar gen z lebih aware terhadap politik di Kota Denpasar,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kota Denpasar Randy Gusas, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda.

“KPU bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk melihat apakah isu-isu kepemiluan ini penting bagi mereka atau tidak. Kolaborasi ini penting agar pesan demokrasi dapat diterima secara luas,” ujarnya.

Melalui dialog ini, diharapkan generasi Z dan milenial di Kota Denpasar tidak hanya menjadi angka dalam daftar pemilih, tetapi juga menjadi pemilih yang aktif, kritis, dan berperan dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Penulis: Gus Mahendra