Lompat ke isi utama

Berita

Rakor Daring Bawaslu Bali Dorong Program Non-Tahapan Berkelanjutan

Divisi P2H sedang mengikuti daring

Divisi P2H sedang mengikuti daring 

Denpasar– Penguatan strategi pencegahan dan peningkatan partisipasi masyarakat menjadi fokus Bawaslu Kota Denpasar dalam mengikuti Rapat Koordinasi Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Bali secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (23/1).

Melalui rapat koordinasi tersebut, Bawaslu Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif dengan membangun jejaring kelembagaan, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta melaksanakan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pemuda, guna meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu kepemiluan.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bawaslu se-Bali, khususnya Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, atas kinerja dan capaian yang berhasil diraih hingga akhir tahun 2025.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota, khususnya Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian dan prestasi yang berhasil diraih merupakan bukti komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini memberikan penguatan arah kebijakan bagi pelaksanaan program di daerah.

“Pada awal Tahun 2026 kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain melakukan koordinasi dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder, termasuk menyampaikan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk dapat ditindaklanjuti. Selain itu, kami juga melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif melalui siaran radio yang disiarkan secara rutin satu kali setiap bulan,” ujar Dewa Ayu Manik.

“Kami juga telah melaksanakan program magang mahasiswa yang melibatkan mahasiswa Universitas Warmadewa dan ISI, serta melakukan koordinasi dengan berbagai organisasi kepemudaan sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan di masa non-tahapan tetap harus dimanfaatkan secara optimal dan dilakukan secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, Bawaslu diharapkan mampu menunjukkan kepada publik bahwa kerja-kerja pengawasan dan pencegahan tetap berjalan secara konsisten, sehingga kehadiran dan peran Bawaslu dapat dirasakan oleh masyarakat secara nyata.

Lebih lanjut, hasil rapat koordinasi ini diharapkan mampu menjadi landasan dalam merancang program kerja yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif, transparan, dan berintegritas di Kota Denpasar.

Penulis : Sonia