Bawaslu Denpasar Terima Tiga Mahasiswa Magang Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar, “Kader” Baru Dalam Pengawasan Pemilu
|
Denpasar — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar menerima tiga mahasiswa magang dari Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa (Unwar), Senin (21/9/2026). Penerimaan mahasiswa magang tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua lembaga sekaligus upaya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Kegiatan serah terima dihadiri Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani dan Suyanto, serta Kasubbag dan Staf jajaran sekretariat.
Sementara dari pihak Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar dihadiri langsung oleh Kaprodi FISIP Unwar, I Wayan Sudana, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Anastacia Patricia Novlina Nurak, serta perwakilan dosen lainnya. Tiga mahasiswa yang mengikuti program magang yakni Claudia Arima Jesica, Desi Deria Lajar, dan I Kadek Natih Dwija Putra.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana menyampaikan terima kasih atas kembali terjalinnya kerja sama dengan FISIP Unwar. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi penting karena pengawasan pemilu membutuhkan pemahaman dari berbagai disiplin ilmu, tidak hanya pemerintahan, tetapi juga hukum dan ekonomi.
“Tidak hanya dari ilmu pemerintahan, mahasiswa magang juga ada dari hukum dan ekonomi. Misalnya dari sisi ekonomi, kami perlu melakukan pengawasan terhadap dana kampanye,” ujar Hardy.
Hardy mengatakan, keterlibatan mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, dinamika kepemiluan perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai hoaks, isu SARA, dan berbagai potensi pelanggaran yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.
“Kami menyongsong Pemilu 2029. Saat ini sudah mulai ada pemanasan. Kami di Bawaslu Denpasar melakukan pendekatan dan memberikan keilmuan terkait apa yang harus masyarakat lakukan, termasuk terkait hoaks dan isu SARA, agar Denpasar tetap kondusif,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa yang mengikuti program magang dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Bawaslu dengan masyarakat. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan jajaran pengawas, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran maupun sengketa.
“Kita tidak bisa menunggu atau jemput bola saja. Harus ada sinergi kedua belah pihak. Melalui adik-adik mahasiswa magang, mereka bisa terlibat dalam pengawasan pemilu dan mengetok tularkan pengetahuan tersebut. Apalagi mahasiswa dari Warmadewa berasal dari berbagai macam daerah,” kata Hardy.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, mengatakan mahasiswa akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, termasuk bidang kehumasan. Salah satu kegiatan yang akan dikerjakan bersama adalah produksi podcast Bawaslu Denpasar, mulai dari penyusunan script, perencanaan, teknis produksi, pemberitaan, hingga menjadi host.
Dewa Ayu juga menjelaskan bahwa aktivitas pengawasan Bawaslu tetap berjalan meskipun berada di luar tahapan pemilu. Salah satunya melalui Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang mengharuskan jajaran pengawas melakukan kegiatan di lapangan. “Walaupun di non-tahapan, banyak program yang kita punya. Ada PDPB dan itu kita turun ke lapangan. Tantangan kita di Denpasar adalah alamat yang acak dan wilayah yang padat,” ungkapnya.
Kaprodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar, I Wayan Sudana, menyampaikan bahwa program magang akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Ia berpesan agar mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya mengenai kepemiluan dan sistem kepartaian, dengan praktik pengawasan pemilu di Bawaslu.
Dosen FISIP Unwar, Anastacia Patricia Novlina Nurak, menambahkan bahwa ketiga mahasiswa telah melalui proses seleksi sebelum mengikuti program magang. Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Melalui program magang ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami secara langsung proses pengawasan pemilu serta pentingnya partisipasi masyarakat.
Penulis dan Foto : Mahendra dan Sutama
Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar