Lompat ke isi utama

Berita

GMTI ITB STIKOM Bali, Bawaslu Denpasar Bekali Mahasiswa Baru tentang Kepemimpinan dan Pengawasan Pemilu

as

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar hadir sebagai pembicara dalam kegiatan GMTI ITB STIKOM Bali yang diikuti sekitar 100 mahasiswa baru. Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, menyampaikan materi Manajerial Kepemimpinan sekaligus memberikan wawasan mengenai kepemimpinan, organisasi, dan pengawasan Pemilu.

Denpasar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar hadir sebagai pembicara dalam kegiatan GMTI ITB STIKOM Bali yang diikuti sekitar 100 mahasiswa baru. Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, menyampaikan materi Manajerial Kepemimpinan sekaligus memberikan wawasan mengenai kepemimpinan, organisasi, dan pengawasan Pemilu.

Dalam pemaparannya, Hardy memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu serta mengajak mahasiswa memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal demokrasi.

“Kalau dalam sebuah pertandingan ada wasit yang memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan, maka dalam Pemilu ada Bawaslu yang melakukan pengawasan agar prosesnya berjalan sesuai dengan aturan,” jelas Hardy.

Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri.

“Pemimpin bukan soal siapa yang paling pintar. Pemimpin adalah orang yang mampu peduli, menggerakkan, memotivasi, dan membantu orang lain berkembang,” ujarnya.

Hardy juga mendorong mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, solutif, dan inovatif.

“Di dunia kerja nanti, kemampuan teknis saja tidak cukup. Kita harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, melihat persoalan, kemudian mencari solusi,” katanya.

Ia menambahkan, kepemimpinan dapat dimulai dari hal sederhana seperti disiplin, integritas, inisiatif, kemauan untuk terus belajar, empati, dan akuntabilitas.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas tugas Bawaslu di luar tahapan Pemilu, kepemimpinan, serta peran masyarakat dalam mengawal demokrasi. Peserta juga diajak memahami mekanisme penyampaian laporan dugaan pelanggaran Pemilu melalui kanal resmi Bawaslu.

Menutup pemaparannya, Hardy mengajak mahasiswa yang telah memiliki hak pilih untuk menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.

“Gunakan hak pilih dengan baik. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dan pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber yang terpercaya,” pesan Hardy.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mengecek status kepemiluan melalui layanan DPT Online serta memahami ketentuan pindah memilih.

“Demokrasi adalah tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa sebagai generasi muda punya peran penting untuk ikut menjaga, mengawal, dan merawat demokrasi,” pungkasnya.

Penulis dan Foto : Sundari Saraswati

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar