Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Tak Boleh Bertepuk Sebelah Tangan, Bawaslu Denpasar Dorong Partisipasi Publik

As

Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar bersama KPU Kota Denpasar menjadi narasumber dalam siaran dialog interaktif di RRI Denpasar 95.3 FM dengan tema “Jangan Biarkan Demokrasi Bertepuk Sebelah Tangan (Seperti Gebetanmu)” pada Senin (9/2). Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi agar tidak hanya berjalan dari satu arah.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menyampaikan bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi publik yang nyata, tidak hanya pada saat pemungutan suara, tetapi juga dalam pengawasan dan kepedulian terhadap proses demokrasi secara berkelanjutan.

“Demokrasi tidak cukup hanya dijalankan oleh penyelenggara pemilu. Tanpa keterlibatan masyarakat, demokrasi berpotensi kehilangan makna. Jika masyarakat cuek tanpa adanya partisipasi, demokrasi bisa dianggap bertepuk sebelah tangan,” tegas Dewa Ayu Manik.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran strategis dalam mengawasi jalannya demokrasi, termasuk menyampaikan masukan, kritik, dan laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ketika masyarakat aktif dan sadar perannya, demokrasi akan berjalan lebih sehat, inklusif, dan berintegritas,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kota Denpasar, Randy Gusas, menekankan bahwa partisipasi publik merupakan fondasi utama demokrasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses dan hasil demokrasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Setiap bentuk partisipasi, sekecil apa pun, memiliki kontribusi penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Randy.

Melalui siaran dialog interaktif di RRI Denpasar ini, Bawaslu dan KPU Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi publik semakin meningkat, sehingga demokrasi dapat berjalan seimbang, saling melengkapi, dan menjadi tanggung jawab bersama.

Penulis : Sonia

Foto : Surya