Lompat ke isi utama

Berita

Momentum Reformasi, Bawaslu Denpasar Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Kritis dan Partisipatif

As

Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar 95,3 FM bersama KPU Kota Denpasar pada Senin (11/5/2026)

Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar turut ambil bagian dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar 95,3 FM bersama KPU Kota Denpasar pada Senin (11/5/2026). Siaran kali ini mengangkat tema “Refleksi Kehidupan Reformasi dalam miniatur pendidikan pemilih”.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus memahami pentingnya hak suara, pengawasan terhadap jalannya demokrasi, hingga peran aktif dalam menjaga pemilu yang jujur dan adil.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Drs. Suyanto, menekankan bahwa pengawasan terhadap proses demokrasi dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat tahapan pemilu berlangsung tetapi juga pada masa non tahapan.

Dalam kegiatan diskusi pendidikan pemilih yang dikaitkan dengan momentum bulan reformasi, Suyanto menilai semangat reformasi akan kehilangan makna apabila masyarakat hanya dijadikan objek mobilisasi politik. Oleh karena itu, pendidikan politik dan pendidikan pemilih dinilai menjadi langkah penting dalam membangun demokrasi yang lebih substansial.

"Pendidikan pemilih tidak hanya sebatas mengajarkan tata cara mencoblos saat pemilu, melainkan juga membangun kesadaran masyarakat agar menjadi pemilih yang kritis dan cerdas dalam menyaring informasi, dan 1 hal yang utama keberanian masyarakat untuk menolak politik uang,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota KPU Denpasar Randy Gusas yang juga hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa pendidikan pemilih menjadi salah satu miniatur nyata dari perjalanan reformasi Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis mengenai pemilu tetapi juga menanamkan nilai-nilai demokrasi yang menjadi cita-cita reformasi.

"Saat ini KPU merintis dengan PerKPU Provinsi Bali melalui KPU Kabupaten/ Kota menyusun yang namanya modul pendidikan yang akan dipakai nanti untuk KPU seluruh Indonesia, jadi astungkara untuk modul pemilih pemula sudah kita selesaikan, lalu modul pendidikan disabilitas sudah kita selesaikan juga, tinggal nanti di bulan ini kita akan selesaikan modul pendidikan di segmen perempuan. Itu akan padat, komplit, dan based on experience,” ujarnya.

KPU dan Bawaslu Kota Denpasar juga menghadirkan Mahasiswa dari Undiknas dan Unud untuk menyampaikan harapan terhadap pemilu di masa yang akan datang.

"Kami berharap Pemilu kedepannya, prosesnya lebih jujur, transparan, dan memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat, serta untuk generasi muda kedepannya memilih tidak hanya sekedar ikut-ikutan melainkan berdasarkan gagasan dan rekam jejak yang baik." Ujar mereka.

Melalui siaran ini, diharapkan Pendidikan pemilih dapat membuat masyarakat sadar bahwa memilih pemimpin juga berarti memilih arah daerah, memilih arah daerah ini menjadi tanggung jawab mereka dan kita semua. pendidikan pemilih ini yang harus berhasil, jadi bahasanya adalah tidak hanya sekedar mencoblos tapi juga memastikan bahwa latar belakang dan track recordnya baik serta memastikan visi misinya juga sesuai.

Penulis dan foto : Fauzaan

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar