Sentuh Generasi Muda Desa Adat, Bawaslu Denpasar Bahas Demokrasi Bersama Sabha Yowana Tonja
|
Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar menggelar konsolidasi demokrasi bersama Sabha Yowana Desa Adat Tonja dalam rapat persiapan Parade Ogoh-Ogoh di Kantor Kelurahan Tonja, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif sekaligus mitigasi potensi pelanggaran menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali Gede Sutrawan, Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Denpasar I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkenalkan kelembagaan Bawaslu sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Bawaslu bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu. Dalam pelaksanaannya, kami lebih mengedepankan upaya pencegahan daripada penindakan,” ujarnya.
Ia menyoroti praktik politik uang yang masih menjadi perhatian serius. Menurutnya, baik pemberi maupun penerima dapat dikenai sanksi hukum sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaporkan dugaan pelanggaran.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berpartisipasi. Jika menemukan dugaan pelanggaran, silakan dilaporkan ke Bawaslu Kota Denpasar agar pelaksanaan Pemilu tetap kondusif dalam setiap tahapan”, tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali Gede Sutrawan menyampaikan bahwa demokrasi di Bali memiliki fondasi kuat yang bersumber dari nilai-nilai adat sehingga sengketa pemilu relatif jarang terjadi.
“Demokrasi di Bali berawal dari adat. Sistem adat yang berjalan dengan baik menjadi penopang kehidupan demokrasi dan ini menjadi contoh secara nasional yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan demokrasi memerlukan keterlibatan semua pihak, sehingga berbagai masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan penyelenggaraan pemilu.
“Jika diperlukan evaluasi sistem demokrasi, mari bersama-sama memberikan saran dan masukan demi perbaikan ke depan. Kami akan terus mengawal pemilu agar tetap berjalan baik dan bermartabat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap nilai-nilai demokrasi semakin membumi di kalangan generasi muda, khususnya Sabha Yowana sebagai representasi kekuatan sosial budaya desa adat, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga demokrasi yang berintegritas dan berbudaya di Kota Denpasar.
Penulis : Rah Ari
Editor : Humas Bawaslu Denpasar