Periode Ketiga, Bawaslu Denpasar-Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Lanjutkan Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Magang
|
Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar melanjutkan kerja sama penerimaan mahasiswa magang bersama Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa (Unwar) untuk periode ketiga. Kelanjutan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar bersama jajaran Bawaslu Kota Denpasar di Kantor Bawaslu Kota Denpasar pada Rabu (19/8/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani dan Suyanto, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Denpasar Ni Wayan Ernirusita, jajaran kepala subbagian dan staf. Dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar hadir dosen Anastacia Patricia Novlina, I Gusti Ngurah Krisna Dana, Rhesa Anggara Utama, serta staf.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas tahapan penerimaan mahasiswa magang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Anastacia Patricia Novlina menyampaikan, proses seleksi mahasiswa akan diawali dengan wawancara yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026. Mahasiswa yang dinyatakan lolos selanjutnya diperkirakan mulai melaksanakan magang pada minggu kedua September 2026.
“Tujuan kami ke sini untuk melanjutkan kerja sama magang. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan lain yang belum sempat dilaksanakan dalam kerja sama,” ujar Anastacia.
Ia menjelaskan, periode resmi pelaksanaan magang akan disampaikan setelah proses wawancara dan seleksi mahasiswa selesai. Menurutnya, program magang tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis sekaligus mengenal secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu dalam pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana menyambut baik keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan magang secara administratif, tetapi juga dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan Bawaslu, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan politik, demokrasi, dan pengawasan partisipatif.
Hardy mengatakan, melalui Program PANDU MAWAS, mahasiswa magang dapat turut mengambil peran dalam menyampaikan pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting untuk mendorong anak muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik.
“Melalui program PANDU MAWAS, mahasiswa magang dapat menyampaikan atau ikut sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi agar anak muda tidak antipati terhadap politik,” kata Hardy.
Selain PANDU MAWAS, Hardy menyampaikan terdapat sejumlah kegiatan Bawaslu Kota Denpasar hingga akhir tahun yang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Salah satunya kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Mahasiswa diharapkan dapat ikut berpartisipasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk mengajak keluarga memastikan telah terdaftar sebagai pemilih.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menambahkan, pelaksanaan magang pada semester VI akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan Bawaslu yang banyak dilaksanakan di lapangan. Terlebih, hingga akhir tahun terdapat sejumlah agenda yang membutuhkan keterlibatan jajaran dalam kegiatan pengawasan dan pencegahan.
“Di Bawaslu Kota Denpasar ada beberapa kegiatan hingga akhir tahun. Kita lebih banyak turun ke lapangan, terutama untuk PDPB,” ujar Dewa Ayu Manik.
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi juga terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan komunikasi publik. Bawaslu Kota Denpasar berencana melaksanakan podcast secara berkala, sekitar dua bulan sekali, dengan melibatkan komunitas digital dan peserta program P2P, termasuk mahasiswa Universitas Warmadewa.
“Kami berencana mengadakan podcast dua bulan sekali. Tentunya dari FISIP juga akan kami ajak selaku tuan rumah,” kata Dewa Ayu Manik.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Anastacia. Ia menyampaikan Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar memiliki ruang podcast yang saat ini telah dimanfaatkan sebagai laboratorium program studi. Fasilitas tersebut terbuka untuk mendukung kolaborasi antara Bawaslu Kota Denpasar dan Universitas Warmadewa dalam menyampaikan edukasi mengenai demokrasi dan kepemiluan.
Selain pengembangan kegiatan mahasiswa, Anastacia menyampaikan terdapat mahasiswa bimbingannya yang mengambil topik penelitian mengenai Bawaslu, salah satunya terkait penanganan dugaan pelanggaran alat peraga kampanye. Hal tersebut menjadi peluang untuk memperluas kerja sama pada bidang akademik dan penelitian.
Sementara itu, dosen Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar I Gusti Ngurah Krisna Dana menyampaikan bahwa kerja sama dapat dikembangkan lebih luas melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Prodi Ilmu Pemerintahan memiliki sejumlah jurnal dan karya ilmiah yang membahas isu kepemiluan.
“Kami ada jurnal, ada beberapa yang membahas kepemiluan. Ke depannya kami mungkin akan bekerja sama terkait artikel dan jurnal,” ujarnya.
Krisna menilai isu kepemiluan juga menjadi perhatian mahasiswa, terutama berkaitan dengan partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam pemilu serta pengaruh konten media sosial terhadap pandangan anak muda terhadap politik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, termasuk bagi perguruan tinggi dalam memberikan pemahaman politik kepada generasi muda.
Melalui kelanjutan kerja sama periode ketiga ini, Bawaslu Kota Denpasar dan Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar tidak hanya membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis melalui program magang, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi dalam pendidikan politik, pengawasan partisipatif, komunikasi publik, penelitian, dan publikasi ilmiah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap demokrasi dan kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
Penulis dan Foto : Mahendra
Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar