Tuntaskan Program PANDU MAWAS, Mahasiswa Magang Undiknas Bedah Isu Krusial Pemilu Lewat Karya Ilmiah
|
Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar terus berkomitmen dalam melahirkan generasi muda yang melek pengawasan pemilu. Komitmen ini dibuktikan melalui publikasi hasil kerja nyata lewat gelaran Presentasi Karya Tulis Ilmiah, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menandai berakhirnya masa magang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) di lingkungan Bawaslu Kota Denpasar.
Acara ini dihadiri langsung oleh 8 mahasiswa peserta magang, perwakilan akademisi UNDIKNAS Dr. Putu Purnama Dewi, S.E., M.Si., CSRA. (Sekretaris Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat), Ketua beserta Kordiv PP Datin Bawaslu Kota Denpasar, serta jajaran Kasubbag Bawaslu Kota Denpasar.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan publikasi hasil kerja selama magang, para mahasiswa diberikan panggung untuk mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka. Materi yang diangkat terbukti memiliki bobot dan kedalaman yang tajam, mencerminkan realita pengawasan tahapan pemilu di lapangan. Beberapa isu krusial yang berhasil dibedah oleh mahasiswa antara lain: Netralitas Birokrasi, Pengawasan Kampanye, Pengawasan Data Pemilih, Mitigasi Konten Disinformasi, dan Pendidikan Hukum Kepemiluan.
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, memberikan apresiasi luar biasa terhadap kedalaman tema yang dipilih para mahasiswa. Namun, ia juga memberikan catatan penting sebagai modal pengayaan akademik mereka ke depan.
"Setiap penulisan karya ilmiah hendaknya selalu disertai oleh data empiris. Data tersebut sangat krusial sebagai pencerminan akurasi realita keadaan yang ada di wilayah penelitian, dalam hal ini adalah dinamika pengawasan di Kota Denpasar," tegas Hardy.
Apresiasi senada juga datang dari pihak kampus. Dr. Putu Purnama Dewi, S.E., M.Si., CSRA., menyampaikan terima kasih mendalam atas ruang dinamis yang diberikan Bawaslu Kota Denpasar. Menurutnya, pengalaman praktis ini berhasil memperkaya khasanah keilmuan teori yang selama ini didapatkan mahasiswa di bangku perkuliahan.
Tidak hanya fokus pada ketajaman akademis, para Kasubbag di lingkungan Bawaslu Kota Denpasar yang membidangi teknis kerja juga menitipkan pesan penting. Mereka menekankan bahwa peningkatan keilmuan wajib berjalan beriringan dengan etika pergaulan di masyarakat. Target akhirnya adalah melahirkan sosok ilmuwan yang memiliki perpaduan antara kemampuan akademik, penguasaan teknis, dan keluhuran kepribadian.
Presentasi karya tulis ilmiah ini merupakan bagian dari rantai program inovatif Bawaslu Kota Denpasar yang bertajuk PANDU MAWAS (Panduan Magang Pengawasan). Melalui Program PANDU MAWAS, Bawaslu Kota Denpasar tidak hanya sekadar menerima mahasiswa magang secara administratif, melainkan aktif membentuk wadah publikasi hasil kerja nyata.
Program ini didesain agar mahasiswa mendapatkan tiga manfaat utama yaitu manfaat keilmuan berupa pemahaman mendalam terkait regulasi dan pengawasan pemilu, aktualisasi diri pengalaman nyata dalam dinamika organisasi lembaga negara serta agen pengawas partisipatif yang dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawal demokrasi yang sehat langsung di tengah masyarakat.