Bawaslu Denpasar Ajak Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Anti Golput
|
Denpasar – Bawaslu Kota Denpasar menjadi pembiacara pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Kepada Masyarakat di Kota Denpasar tahun 2025 yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar di Gedung Wanita Santi Graha Denpasar, Jumat (24/10/2025).
Sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat, Bawaslu Kota Denpasar memberikan sosialisasi kepada Pemilih Pemula yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Denpasar.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Ni Wayan Eka Lestari saat menjadi narasumber menyampaikan bahwa Pemilih Pemula merupakan pemilih baru yang telah memenuhi syarat memilih dan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. Bawaslu Kota Denpasar mulai melakukan sosialisasi dari tingkatan SMP dan SMA/SMK dimana akan ada yang berumur 17 tahun saat Pemilu mendatang.
“Siswa-siswi merupakan pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya pada Pemilu tahun 2029. Pemilih pemula memiliki kontribusi yang signifikan dilihat dari angka atau populasinya. Selanjutnya perlu meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai pemilih dalam Pemilu mendatang,” Ujarnya.
Selain itu, Eka Lestari memberikan pemahaman terkait kontribusi dan pentingnya peran aktif siswa-siswi dalam pengawasan partisipatif. Ia menegaskan kepada peserta sosialisasi untuk berpartisipasi dan aktif sebagai masyarakat dalam mengawasi proses Pemilu agar dapat menjaga agar Pemilu berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan ditengah tingginya jumlah penduduk di Kota Denpasar.
“Mengawasi proses Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu Kota Denpasar, tetapi juga peran aktif keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” Imbuhnya.
Di penghujung sosialisasi, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kota Denpasar itu berharap dengan dilaksanakan Sosialisasi Pendidikan Politik, peserta sosialisasi nantinya dapat menjadi pemilih yang cerdas dan mampu memberikan edukasi pengawasan partisipatif kepada mayarakat sekitar agar dalam Pemilu mendatang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta meminimalisir terjadinya pelanggaran Pemilu.
“Mari menjadi pemilih cerdas dan pelopor demokrasi yang sehat dan bermartabat serta ajak sesama pemilih pemula untuk aktif mengawasi dan berpartisipasi dalam pemilu dan menolak segala bentuk kecurangan,”tegasnya.