Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Denpasar Hadiri Seminar Nasional DKPP Republik Indonesia

As

Denpasar – Dalam upaya memperkuat wawasan kepemiluan, Ketua Bawaslu Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, beserta Anggota Bawaslu Denpasar Suyanto dan Ni Wayan Eka Lestari, hadir pada Seminar Nasional yang digelar DKPP RI bersama Universitas Udayana. Acara yang mengusung tema “Integritas Penyelenggara Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Indonesia” tersebut berlangsung di Ruang Theater dr. A.A Made Djelantik, FK Universitas Udayana pada Selasa (25/11).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNUD, Dr. Drs. I Nengah Punia, M.Si, membuka seminar sekaligus memberikan apresiasi kepada DKPP RI. Ia menilai forum ini penting sebagai ruang refleksi untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan Pemilu yang bergantung pada integritas para pelaksananya.

Acara pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan cinderamata oleh Anggota DKPP RI, Dr. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, SH., M.Si, kepada Dekan FISIP UNUD tersebut, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang berlangsung secara panel.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, memaparkan mengenai arsitektur integritas, pola pelanggaran etik yang kerap berulang, serta pembelajaran kelembagaan.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Gede Agung Lidartawan, mengulas tantangan zaman digitalisasi melalui materi Integritas Digital: SIREKAP, Disinformasi, dan Rekapitulasi.

Dua akademisi FISIP UNUD, Drs. I Ketut Putra Erawan, M.A., Ph.D., dan Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P., turut hadir sebagai panelis membahas masa depan demokrasi: kodifikasi serta perluasan reformasi regulasi Pemilu. Diskusi tersebut dipandu oleh Putu Ratih Kumala Dewi.

Seminar ini diikuti oleh jajaran Ketua Bawaslu dan KPU kabupaten/kota se-Bali, Kesbangpol Provinsi Bali, pimpinan universitas beserta para dekan di lingkungan Universitas Udayana, akademisi, pimpinan partai politik peserta Pemilu tingkat Provinsi Bali, organisasi masyarakat sipil seperti JPPR dan JaDI, insan media, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UNUD.