Bawaslu Denpasar Perkuat Literasi Demokrasi melalui Kolaborasi dengan Rajawali Pers
|
Denpasar – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar bersama penerbit Rajawali Pers membahas peran buku dan pengetahuan akademik sebagai instrumen konsolidasi demokrasi. Pembahasan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Denpasar, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Anggota Bawaslu Kota Denpasar Suyanto dan Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, serta perwakilan Rajawali Pers, Nurarianto. Kegiatan ini bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi melalui pendekatan akademik dan publikasi ilmiah, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam mendiseminasikan pengetahuan kepemiluan kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Suyanto menekankan pentingnya buku sebagai media edukasi yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, literatur yang membahas demokrasi, kepemiluan, pengawasan pemilu, hingga penyelesaian sengketa dapat membantu masyarakat memahami proses demokrasi secara lebih utuh.
“Buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang berintegritas,” ujar Suyanto.
Sementara itu, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menyoroti pentingnya kolaborasi dengan dunia penerbitan sebagai salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan hukum dan kepemiluan.
Menurutnya, berbagai pengalaman, gagasan, serta praktik baik yang dimiliki Bawaslu perlu didokumentasikan secara sistematis agar tidak hanya menjadi pengetahuan internal kelembagaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dari sisi penerbitan, Nurarianto menyampaikan bahwa dunia penerbitan memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan demokrasi. Kehadiran literatur yang berkualitas dan berbasis riset, kata dia, dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun masyarakat yang memiliki pemahaman kritis terhadap berbagai persoalan demokrasi.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap literatur yang membahas isu-isu kepemiluan terus berkembang seiring dengan dinamika demokrasi di Indonesia. Karena itu, keterlibatan lembaga penyelenggara pemilu dalam menghasilkan dan mendiseminasikan pengetahuan dinilai dapat memperkaya khazanah akademik sekaligus memberikan referensi yang lebih dekat dengan praktik di lapangan.
Penulis dan Foto : Muhammad Fauzaan
Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar