Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Denpasar Sosialisasikan Peran Perempuan dalam Pengawasan Partisipatif Bersama TP PKK se-Kelurahan Kesiman

As

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar menyosialisasikan pentingnya peran perempuan dalam pengawasan partisipatif bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kelurahan Kesiman, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan perempuan dalam mewujudkan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

Denpasar – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar menyosialisasikan pentingnya peran perempuan dalam pengawasan partisipatif bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kelurahan Kesiman, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan perempuan dalam mewujudkan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran politik di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Tidak hanya sebagai pemilih, perempuan juga dapat menjadi penggerak kesadaran politik di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Hardy.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan kritis dengan mengenali calon, memahami visi dan misi, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, praktik politik uang, maupun tekanan dari pihak lain.

“Menjadi pemilih yang cerdas berarti kita harus mengenali calon, memahami visi dan misinya, serta mampu menyaring informasi yang diterima. Jangan sampai pilihan kita dipengaruhi oleh berita bohong, politik uang, atau tekanan dari pihak lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hardy mendorong perempuan untuk mengambil bagian aktif dalam pengawasan partisipatif, mulai dari mengajak keluarga dan masyarakat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab hingga menolak praktik politik uang. Ia juga mengajak peserta untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilihan kepada Bawaslu melalui saluran resmi yang tersedia.

“Pengawasan pemilihan bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Perempuan melalui peran di keluarga dan lingkungan sekitarnya dapat ikut mengawasi, menolak politik uang, serta melaporkan dugaan pelanggaran apabila menemukannya,” tambah Hardy.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap TP PKK dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat pendidikan demokrasi di tingkat masyarakat. Keterlibatan perempuan diharapkan mampu mendorong partisipasi pemilih yang berkualitas sekaligus membangun kesadaran bersama untuk menjaga integritas pemilihan.

Bawaslu Kota Denpasar terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, dalam pengawasan partisipatif sebagai upaya bersama mengawal demokrasi dan mewujudkan pemilihan yang jujur, adil, serta bermartabat.

Penulis dan Foto : Sundari Saraswati

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar