Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Denpasar Ajak Kader HMI Jadi Pengawas Partisipatif

As

Anggota Bawaslu Denpasar, Suyanto saat memberikan materi

Denpasar — Bawaslu Kota Denpasar memberikan pembekalan terkait pengawasan partisipatif, penguatan demokrasi, fungsi kelembagaan Bawaslu, serta peran generasi muda dalam pengawasan Pemilu. Kegiatan ini menjadi bagian dari Latihan Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar Komisariat Kedokteran Hewan dan Peternakan, yang berlangsung di Aula Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar pada Minggu (9/11/2025) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan kader muda HMI yang antusias menyimak paparan dari perwakilan Bawaslu Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas Pemilu dan memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

Anggota Bawaslu Kota Denpasar Suyanto, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menentukan arah demokrasi ke depan.

“Kami dari Bawaslu Kota Denpasar terus mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama mahasiswa dan pemuda, untuk turut mengawal jalannya proses Pemilu. Pengawasan partisipatif merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Suyanto.

Ia menegaskan, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Oleh karena itu, kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti HMI menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput.

“Kami berharap para kader HMI tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak demokrasi. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah pelanggaran Pemilu,” imbuhnya.

Dalam sesi materi, Suyanto juga menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran Pemilu yang sering terjadi, seperti politik uang dan pelanggaran prosedural lainnya. Ia turut menjabarkan mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan masyarakat jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta menanyakan efektivitas pengawasan Pemilu yang telah dilakukan. Menanggapi hal itu, Suyanto menjelaskan bahwa efektivitas pengawasan tidak hanya diukur dari parameter teknis, tetapi juga dari partisipasi masyarakat dalam prosesnya.

“Untuk menilai efektivitas pengawasan tidak bisa hanya dilihat dari indikator formal. Kegiatan seperti hari ini merupakan salah satu bentuk upaya agar pengawasan Pemilu dan Pilkada dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap sinergi dengan organisasi kemahasiswaan seperti HMI dapat terus berlanjut dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu di Kota Denpasar.