Bawaslu Kota Denpasar Ajak Kader HMI Menjadi Pemilih Yang Cerdas Serta Turut Menjadi Pengawas Partisipatif
|
Singaraja, Bawaslu Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar memberikan materi tentang pentingnya peran generasi muda dalam kepemiluan pada kegiatan Latihan Kaderisasi II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Singaraja.Kegiatan tersebut digelar di Aula Hotel Singaraja Indah, Jl. A. Yani Barat No.203, Baktiseraga, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali padq Selasa (21/4/2025) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Buleleng ini dihadiri oleh puluhan kader muda HMI dari berbagai daerah yang antusias mengikuti sesi diskusi dan pemaparan dari perwakilan Bawaslu Kota Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kota Denpasar menekankan pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda untuk dapat menjadi pemilih yang cerdas serta turut berperan aktif dengan menjadi pengawas partisipatif demi menjaga integritas pemilu.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Suyanto sebagai narasumber menyampaikan pentingnya peran generasi muda untuk menjadi pemilih yang cerdas serta berperan aktif dalam kepemiluan sebagai pengawas partisipatif demi arah demokrasi di masa depan.
“Generasi muda hari ini bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi. Kami mengajak kader HMI untuk menjadi pemilih yang cerdas, mampu memilah informasi, serta berani terlibat sebagai pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing,” ujar Suyanto.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai dengan prinsip jujur dan adil.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Jika menemukan potensi pelanggaran, jangan ragu untuk melaporkan. Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan publik,” tegasnya.
Para peserta pun menyambut positif materi yang disampaikan serta menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap kader HMI dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dalam memilih, tetapi juga aktif dalam mengawasi jalannya pemilu demi terciptanya demokrasi yang berintegritas.