Kartini Menuju Pemilih Bermartabat, Bawaslu Denpasar Dorong Perempuan Jadi Pengawas Demokrasi
|
Denpasar – Dalam rangka memperingati semangat perjuangan R.A. Kartini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menjadi narasumber dalam siaran dialog interaktif bertajuk “Kartini Menuju Pemilih yang Bermartabat” di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,5 FM pada Jumat (17/04).
Siaran interaktif ini menjadi wadah edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya peran perempuan dalam demokrasi, tidak hanya sebagai pelengkap kuota suara, tetapi sebagai pilar utama yang mandiri dan kritis dalam menentukan arah bangsa.
Dalam dialog tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Ni Wayan Eka Lestari menekankan pentingnya peningkatan peran perempuan dalam pengawasan pemilu.
“Perempuan harus naik kelas, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga sebagai pengawas jalannya demokrasi. Jangan takut melaporkan pelanggaran pemilu demi menjaga kualitas demokrasi yang bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa budaya patriarki masih jadi tantangan yang sering membuat peran perempuan dipandang sebelah mata. Padahal, dalam pengawasan pemilu, perempuan punya peran yang sama pentingnya. Lewat penguatan partisipasi perempuan, Bawaslu juga mendorong kesadaran untuk menolak praktik politik uang.
“Perempuan memiliki porsi dan akses yang sama dengan laki-laki dalam mengawal keadilan pemilu. Bawaslu juga mengingatkan adanya sanksi pidana dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 bagi pemberi maupun penerima politik uang, dengan ancaman minimal tiga tahun penjara,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Denpasar, Megawati Purnama Sari Wijaya, menyoroti pentingnya kemandirian perempuan dalam menentukan pilihan politik.
“Perempuan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menentukan pilihan menjelang Pemilu 2029 nanti kemandirian berpikir menjadi harga mati tanpa adanya tekanan dari pihak manapun,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi informasi di tengah arus digital.
“Pemilih perempuan harus cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun isu yang memecah belah”, tambahnya.
Sementara itu, Melda Sulistio Salsa Putri sebagai representasi Gen Z mengajak generasi muda untuk menghidupkan semangat Kartini di era digital.
“Gen Z harus lebih ‘kepo’ terhadap rekam jejak calon melalui data yang transparan, bukan hanya terpaku pada narasi viral atau clickbait. Semangat Kartini modern adalah berani bersuara, berpikir kritis, dan menentukan pilihan secara sadar,” jelasnya.
Menutup diskusi, penyiar RPKD Ratna menyampaikan refleksi penting mengenai peran perempuan dalam demokrasi.
“Demokrasi yang kondusif di Kota Denpasar bermula dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dengan tidak menjadi apatis dan hadir dalam setiap pesta demokrasi tanpa intervensi, perempuan Bali membuktikan diri sebagai tonggak utama pemilih yang bermartabat,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap semakin banyak perempuan yang berpartisipasi aktif tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak dan pengawas dalam mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis dan foto : Eren dan Surni
Editor : Humas Bawaslu Denpasar