Bawaslu Kota Denpasar Ciptakan Tunas Muda Pengawasan Partisipatif di SMKN 2 Denpasar, Harap Tak Segan Laporkan Pelanggaran
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar mulai menggodok tunas muda pengawasan partisipatif. Hal ini ditegaskan melalui sosialisasi pengawasan partisipatif kepada calon pemilih pemula di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Denpasar. Kamis (19/06).
Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana mengatakan para pelajar di SMKN 2 Denpasar telah memiliki hak pilih pada Pemilu atau Pilkada selanjutnya. Demi mengawal demokrasi, Hardy berharap para pelajar tak segan untuk melaporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kota Denpasar.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa 5 tahun lagi adik-adik merupakan garda terdepan dalam pengawasan. Saat ada pelanggaran, bisa dilaporkan ke kami,” ujar Hardy.
Selain berpartisipasi dalam pengawasan, Hardy juga meminta para pelajar untuk mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini dilakukan demi menghindari terjadinya golput saat Pemilu atau Pilkada.
“Saya berharap, 5 tahun lagi adik-adik punya pilihan dan datang ke TPS. Jangan sampai golput,” pintanya.
Sejalan dengan Hardy, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Ni Wayan Eka Lestari menuturkan, pelaporan dugaan pelanggaran Pemilu dapat dilakukan melalui kanal-kanal yang disediakan oleh Bawaslu Kota Denpasar. Salah satunya, melalui pos pengaduan. “Pelanggaran dapat dilaporkan ke Bawaslu. Kita membuka pos pengaduan,” timpal Eka.
Tak melulu soal pelanggaran kepemiluan, kata Eka, Bawaslu juga dapat menjadi obyek yang diawasi oleh masyarakat. Pasalnya, pelanggaran yang dilakukan oleh Bawaslu dapat dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Bawaslu juga bisa diawasi oleh masyarakat. Jika bawaslu melakukan pelanggaran, bisa dilaporkan ke DKPP. Jadi pengawasan bukan kepada Pemilu saja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Denpasar I Made Bajeggiarta menerima kehadiran Bawaslu Kota Denpasar dengan sambutan hangat. Menurutnya, pemahaman soal kepemiluan sangat penting bagi pelajar SMKN 2 Denpasar.
Tak hanya sebagai pemilih pemula, pendidikan kepemiluan juga diperlukan bagi para pelajar yang tertarik untuk terjun ke dalam politik praktis.
“Kita akan diberikan pemahaman secara teoritis maupun praktis terkait kepemiluan. Tidak hanya menjadi pemilih, siapa tahu nanti Anda menjadi calon legislatif,” ujarnya kepada para siswa.
Pendidikan politik, kata dia, diharapkan dapat mengantarkan para pelajar menjadi siswa sekaligus warga negara yang baik. “Melalui pendidikan politik, pendidikan demokraai ini, diharapkan punya pemahaman tentang itu, dan menjadi siswa serta warga negara yang baik,” pungkasnya.
Penulis : Gus Mahendra