Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Denpasar Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pemilu Inklusif Bersama Penyandang Disabilitas

as

Bawaslu Kota Denpasar menggelar Rapat Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Penyandang Disabilitas di Gedung Graha Nawasena, Jalan Kamboja Nomor 4, Denpasar pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diikuti kelompok penyandang disabilitas binaan Dinas Sosial Kota Denpasar ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat partisipasi penyandang disabilitas sekaligus mendorong terwujudnya Pemilu yang inklusif dan aksesibel.

Denpasar - Bawaslu Kota Denpasar menggelar Rapat Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Penyandang Disabilitas di Gedung Graha Nawasena, Jalan Kamboja Nomor 4, Denpasar pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diikuti kelompok penyandang disabilitas binaan Dinas Sosial Kota Denpasar ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat partisipasi penyandang disabilitas sekaligus mendorong terwujudnya Pemilu yang inklusif dan aksesibel.

Peserta yang hadir berasal dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Denpasar, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Denpasar, serta National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Bali Ketut Ariyani, Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, Suyanto, dan Ni Wayan Eka Lestari, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Denpasar beserta jajaran.

Dalam arahannya, Anggota Bawaslu Provinsi Bali Ketut Ariyani menegaskan bahwa pemenuhan hak politik penyandang disabilitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lainnya. Karena itu, aksesibilitas di setiap tahapan Pemilu harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi hambatan bagi penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilih maupun berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu," tegas Ariyani.

Ia juga mendorong agar penyandang disabilitas semakin aktif terlibat dalam Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) serta menjadi pelopor pengawasan partisipatif di Kota Denpasar.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana menyampaikan bahwa Bawaslu berkomitmen memastikan penyelenggaraan Pemilu yang memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin teman-teman penyandang disabilitas tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Bawaslu Kota Denpasar berkomitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan serta memastikan aksesibilitas dan pelayanan bagi penyandang disabilitas terus menjadi perhatian dalam setiap tahapan Pemilu," ujar Hardy.

Pada sesi diskusi, berbagai organisasi penyandang disabilitas menyampaikan pengalaman selama mengikuti Pemilu. Salah satu isu yang paling banyak disampaikan adalah masih perlunya peningkatan aksesibilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), mulai dari akses bagi pengguna kursi roda, ketersediaan informasi yang mudah dipahami bagi pemilih tuli, hingga optimalisasi pendataan pemilih penyandang disabilitas agar seluruh hak pilih dapat terakomodasi.

Seperti yang disampaikan oleh perwakilan Pertuni Denpasar, Nyoman Suandi, berharap penyelenggaraan Pemilu ke depan semakin memperhatikan kebutuhan pemilih disabilitas.

“Pendampingan di TPS selama ini sudah cukup membantu, tetapi masih ada teman-teman disabilitas yang belum menggunakan hak pilih karena keterbatasan akses, kurangnya pendamping keluarga, maupun belum terdatanya sebagai pemilih. Kami berharap organisasi penyandang disabilitas dilibatkan dalam penyusunan mekanisme pelayanan sehingga Pemilu benar-benar ramah bagi semua," ungkap Suwandi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan saran perbaikan kepada penyelenggara Pemilu.

“Masukan dari teman-teman penyandang disabilitas sangat berharga bagi kami. Seluruhnya akan kami tindak lanjuti sebagai bahan saran perbaikan kepada penyelenggara Pemilu, baik terkait aksesibilitas TPS, pelayanan bagi pemilih disabilitas, maupun akurasi data pemilih. Ke depan kami juga akan memperluas sosialisasi Program P2P dan rekrutmen Pengawas TPS melalui berbagai media serta berkolaborasi dengan Graha Nawasena agar semakin banyak penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu," jelas Dewa Ayu Manik.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap sinergi dengan komunitas penyandang disabilitas semakin kuat sehingga penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan ke depan dapat berlangsung lebih inklusif, aksesibel, serta menjamin kesetaraan hak politik bagi seluruh warga negara.

Penulis dan Foto : Mahendra dan Surya

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar