Lompat ke isi utama

Berita

Hadiri Resepsi Milad ke-108 ‘Aisyiyah, Wujud Komitmen Bawaslu Denpasar Jangkau Pemilih Perempuan

As

Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Denpasar menghadiri undangan Resepsi Milad ke-108 ‘Aisyiyah di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Minggu (3/8/2025).

Anggota Bawaslu Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani yang hadir bersama Kasubbag dan Staf Sekretariat Bawaslu Denpasar itu mengatakan, kehadirannya dalam acara yang digelar oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar ini sebagai wujud komitmen Bawaslu Denpasar untuk menjangkau pemilih perempuan dalam Pemilu dan Pilkada.

Berdiri lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah diketahui sebagai organisasi perempuan di bawah naungan Muhammadiyah. “Hari ini, kami dari Bawaslu Denpasar menghadiri Milad ke-108 ‘Aisyiyah. Ini sebagai bentuk komitmen kami untuk mengawal hak demokrasi bagi pemilih perempuan,” ujar Dewa Ayu Manik.

Pasalnya, undangan ini merupakan pola kolaborasi berkelanjutan yang telah digelar antara Bawaslu Denpasar dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar. Sebelumnya, organisasi yang bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan ini telah melakukan audiensi kepada Bawaslu Denpasar pada Rabu (30/7/2025) lalu.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Denpasar itu berharap, ‘Aisyiyah Kota Denpasar dapat menjadi mitra strategis Bawaslu Denpasar.

Selain menjadi obyek sosialisasi, ‘Aisyiyah Kota Denpasar juga diharapkan mampu untuk menjadi “agen” Bawaslu dalam melakukan pengawasan partisipatif saat Pemilu maupun Pilkada.

“Kami berkomitmen untuk mengawal hak-hak perempuan dalam Pemilu dan Pilkada. Selain sebagai mitra kami untuk melakukan sosialisasi, kami juga berharap ‘Aisyiyah Kota Denpasar menjadi “agen” dan garda terdepan pengawasan partisipatif,” papar Dewa Ayu Manik.

‘Aisyiyah Kota Denpasar berpandangan, perempuan memiliki peran strategis dalam sendi kehidupan dan bermasyarakat. Sehingga, ‘Aisyiyah hadir untuk memberikan ruang yang sama antara laki-laki dan perempuan. Ruang-ruang ini kemudian menjalar ke berbagai bidang. Mulai dari politik, hingga ketahanan pangan.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar, Lilis Indrawati, mengatakan perempuan juga dapat berperan dalam mendorong ketahanan pangan di Indonesia. Sebab, perempuan dikatakan sebagai penentu konsumsi dalam keluarga hingga kelestarian lingkungan.

“Perempuan memiliki peran krusial dalam ketahanan pangan. Mereka menjadi penentu konsumsi. Pelibatan perempuan dalam pangan berdampak pada kesehatan keluarga dan lingkungan,” ujar Lilis dalam pidatonya saat Milad ke-108 ‘Aisyiyah dengan tema “Sinergi ‘Aisyiyah dalam Ketahanan Pangan dan Lingkungan Menuju Kota Denpasar Mandiri”.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar yang diwakili oleh Rini Styasih selaku Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengatakan, Kota Denpasar terus berupaya mencapai visi sebagai kota yang kreatif dan berkelanjutan.

Kehadiran organisasi seperti ‘Aisyiyah, kata dia, sebagai salah satu kunci untuk mencapai visi tersebut. Bahkan, Pemerintah Kota Denpasar disebut senantiasa membuka ruang kolaborasi kepada seluruh organisasi demi menciptakan masyarakat Kota Denpasar yang sejahtera.

“Saya percaya dengan semangat kebersaaman dan kepedulian sosial, ‘Aisyiyah dapat menjadi motor penggerak dalam mencapai ketahanan pangan. Pemerintah Kota Denpasar selalu membuka ruang kolaborasi agar seluruhnya berjalan optimal demi kesejahteraan bersama,” ujar Rini saat membacakan sambutan Wali Kota Denpasar.

Penulis : Gus Mahendra