Pemilih Pemula Jadi Fokus, Bawaslu Denpasar Gaungkan Pengawasan Partisipatif Lewat Udara
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar mengajak pemilih pemula untuk menjadi pengawas partisipatif. Hal ini sebagai tindak lanjut dari jumlah pemilih pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diperkirakan melonjak.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani mengatakan jumlah pemilih diperkirakan mencapai 600.000 orang di Kota Denpasar pada tahun 2025. Artinya, terjadi lonjakan pemilih sekitar 100.000 orang.
“Seperti yang disampaikan KPU (Kota Denpasar), jumlah DPT sudah sampai 500.000 di Kota Denpasar. Itu terbanyak kedua setelah Buleleng. Tahun 2025, sudah melonjak menjadi 600.000,” ujarnya saat menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 95,3 FM. Senin (23/6).
Menindaklanjuti hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas itu menuturkan, selain telah memiliki hak pilih, nantinya para pemilih pemula juga diharapkan dapat mengambil bagian dalam proses pengawasan.
“Untuk adik-adik SMA, nantinya mereka sudah lulus dan punya KTP. Mereka punya hak untuk memilih di tahun 2029. Kita perlu edukasi untuk bisa meningkatkan partisipatif dalam pengawasan kegiatan Pemilu atau pemilihan,” bebernya.
Para pemilih pemula, kata Dewa Ayu, memiliki peran penting. Terlebih lagi di era digital yang erat kaitannya dengan kemajuan teknologi.
Ia memandang, penyebaran informasi di media sosial dinilai bebas dan rentan akan hoaks atau disinformasi. Sehingga, para pemilih pemula yang akrab akan media sosial itu dapat menjadi pengawas partisipatif.
“Di situ (media sosial) kan tidak ada penyaringan. Mana berita yang benar, mana yang hoaks. Itu peran penting sebagai pemilih pemula untuk ikut melakukan pengawasan partisipatif. Dan pemilih pemula peringkat kedua terbesar sebagi pemilih,” harapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, Randy Gusas, yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, pihaknya tetap melakukan kerja-kerja kepemiluan.
Terkini, KPU Kota Denpasar disebut tengah melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). “Kami di KPU (Kota Denpasar), tetap melakukan kerja-kerja kepemiluan. Sesuai PKPU 1 tahun 2025, kami sedang melaksanakan PDPB,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara yang dikantonginya, terjadi lonjakan pemilih menjadi sekitar 600.000 orang di Kota Denpasar.
“Sesuai Undang-Undang, kami harus merawat data pemilih. Kami susah diturunkan data, ada lonjakan data menjadi sekitar 600.000,” pungkasnya.
Penulis : Gus Mahendra
Foto : Surya