Pemilu Berintegritas dan Inklusif, Jadi Fokus Audiensi Bawaslu Denpasar dengan P3AP2KB
|
Denpasar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Denpasar melakukan audiensi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar pada Selasa (16/09/2025). Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga dalam rangka pencegahan pelanggaran pemilu, sekaligus memastikan isu perlindungan perempuan dan anak mendapat perhatian dalam konteks penyelenggaraan demokrasi di Kota Denpasar.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Ni Wayan Eka Lestari, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dinas P3AP2KB sangat penting dalam membangun pemilu yang berintegritas sekaligus ramah terhadap kelompok rentan.
“Kami di Bawaslu Denpasar tidak hanya mengawasi jalannya pemilu, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses demokrasi berjalan inklusif dan menghargai hak-hak perempuan serta anak. Kerja sama ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pencegahan sejak dini yang akan diimplementasikan dalam pembentukan Kelompok Kerja (Pokja),” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menekankan pentingnya pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat.
“Perempuan dan anak sering kali menjadi sasaran rentan dalam praktik politik uang atau eksploitasi politik. Karena itu, melalui kerja sama ini kami ingin menguatkan literasi dan pendidikan politik agar masyarakat, khususnya perempuan, dapat lebih berdaya dan kritis,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Suyanto, menambahkan bahwa aspek regulasi dan perlindungan bagi kelompok rentan menjadi salah satu prioritas.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan regulasi pemilu juga berpihak pada perlindungan perempuan dan anak. Dengan dukungan Dinas P3AP2KB, kami percaya upaya pencegahan bisa lebih menyentuh ke semua kalangan” katanya.
Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan siap mendukung langkah Bawaslu.
“Kami melihat isu pemilu tidak bisa dilepaskan dari perlindungan perempuan dan anak. Kolaborasi ini akan menjadi ruang untuk memastikan pemilu di Kota Denpasar lebih inklusif, ramah perempuan, dan bebas dari praktik yang merugikan kelompok rentan,” tegasnya.
Melalui audiensi ini, Bawaslu Kota Denpasar dan Dinas P3AP2KB berkomitmen membangun program bersama, termasuk dalam bidang sosialisasi, penguatan literasi politik, serta pencegahan kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum rentan.
Penulis : Sonia
Foto : Surya