Lompat ke isi utama

Berita

Pemira SMKN 2 Denpasar Jadi Ruang Belajar Demokrasi, Bawaslu Dorong Pengawasan oleh Siswa

as

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar mendorong keterlibatan siswa dalam mengawasi proses demokrasi di lingkungan sekolah melalui Pemira (Pesta Demokrasi Bismaparwa) pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 2 Denpasar. Dorongan tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang berlangsung di lapangan SMKN 2 Denpasar, Jumat (23/10/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran pengawasan partisipatif sejak dini.

Denpasar – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Denpasar mendorong keterlibatan siswa dalam mengawasi proses demokrasi di lingkungan sekolah melalui Pemira (Pesta Demokrasi Bismaparwa) pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 2 Denpasar. Dorongan tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang berlangsung di lapangan SMKN 2 Denpasar, Jumat (23/10/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran pengawasan partisipatif sejak dini.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana dan Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani. Turut diundang Ketua KPU Kota Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggaraeni. Rombongan disambut Kepala Satuan Pendidikan SMKN 2 Denpasar I Kadek Ksama Putra, S.Pd., M.H., beserta jajaran manajemen, guru, pengurus OSIS, dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).

Dalam sambutannya, I Kadek Ksama Putra mengatakan, Pemira merupakan pesta demokrasi di lingkungan sekolah yang mengagendakan pemilihan Ketua OSIS secara langsung oleh warga sekolah, termasuk siswa dan pegawai. Sementara itu, pemilihan Ketua MPK dilaksanakan melalui mekanisme persidangan.

Baginya, Pemira tidak hanya bertujuan memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan memecahkan masalah.

“Tujuan sekolah bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga membangun karakter dan mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Salah satunya adalah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis yang dapat diasah melalui kegiatan seperti ini,” tambah Ksama Putra.

Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada Bawaslu untuk berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi di lingkungan sekolah. Ia mengungkapkan bahwa SMKN 2 Denpasar menjadi sekolah pertama yang mengundang Bawaslu Kota Denpasar untuk terlibat dalam kegiatan pemilihan Ketua OSIS.

Dalam kesempatan itu, Hardy menyoroti pentingnya membangun mekanisme pengawasan dalam pelaksanaan Pemira. Ia mendorong agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh guru atau pembina, tetapi juga melibatkan siswa sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.

“Ke depan, selain pengawasan dari pembina, adik-adik siswa juga bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Perlu dibentuk badan atau kelompok siswa yang bertugas mengawasi kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan suara,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam pengawasan dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang konkret. Siswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga ikut memastikan proses pemilihan berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani mengapresiasi tahapan Pemira SMKN 2 Denpasar yang telah mencakup verifikasi calon, kampanye, penyampaian visi dan misi atau debat kandidat, masa tenang, hingga pemungutan suara.

Dewa Ayu Manik mengingatkan bahwa pengawasan perlu dilakukan pada setiap tahapan, termasuk terhadap potensi praktik politik uang. Ia menegaskan bahwa politik uang tidak hanya berbentuk pemberian uang tunai atau amplop, tetapi juga dapat memanfaatkan sarana digital.

“Terkait politik uang, saat ini teknologi sudah berkembang pesat. Politik uang tidak lagi melalui tunai, tapi bisa melalui barcode,” terangnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting yang digunakan dalam Pemira agar pelaksanaannya berjalan lancar dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah pengawasan terhadap politik uang dan kesiapan sistem e-voting. Jangan sampai terjadi kendala teknis yang mengganggu proses pemungutan suara,” jelasnya.

Melalui kegiatan Pemira, Bawaslu Kota Denpasar berharap kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif dapat ditanamkan sejak dini. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk memahami pentingnya integritas, tanggung jawab, dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan oleh Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Denpasar I Wayan Wirgayana, S.Pd., M.Pd., kepada perwakilan Bawaslu Kota Denpasar dan KPU Kota Denpasar sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam memberikan edukasi demokrasi kepada siswa.

Penulis dan Foto : Mahendra dan Surya

Editor : Humas Bawaslu Kota Denpasar