Perhatikan Pemilih Perempuan, Bawaslu Denpasar Buka Peluang Kolaborasi dengan ‘Aisyiyah Kota Denpasar
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Denpasar terus berupaya untuk memperhatikan setiap segmentasi pemilih dalam Pemilu dan Pilkada. Tak terkecuali terhadap pemilih perempuan.
Keseriusan Bawaslu Denpasar dalam mengawal hak demokrasi bagi pemilih perempuan ini diwujudkan dengan pembahasan peluang kolaborasi ketika menerima audiensi dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar, Rabu (30/7/2025) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menyambut baik kehadiran organisasi perempuan di bawah naungan Muhammadiyah itu.
Rencana awal, kolaborasi antara Bawaslu Denpasar dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar dilakukan dengan menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pemilih perempuan.
“Terima kasih telah hadir ke Bawaslu Denpasar. ‘Aisyiyah merupakan organisasi perempuan. Bawaslu Denpasar juga concern terhadap pemilih perempuan. Kita bisa bekerja sama untuk melakukan sosialisasi,” ujar Dewa Ayu Manik di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Denpasar.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Denpasar itu mengatakan, Bawaslu Denpasar memang diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Apalagi, terhadap organisasi perempuan.
Sebab, perempuan dalam Pemilu dan Pilkada masih dinilai sebagai segmen pemilih rentan. Sehingga, Bawaslu Denpasar dikatakan hadir menjangkau segmentasi ini untuk mengawal hak demokrasinya.
“Menurut Perbawaslu (Peraturan Bawaslu), kita memang harus menjalin sinergi dengan pemilih perempuan. Karena perempuan merupakan pemilih rentan. Sehingga, ini yang perlu kita jangkau,” paparnya.
Pasalnya, ‘Aisyiyah Kota Denpasar merupakan organisasi perempuan yang dominan bergerak pada bidang kemanusian. Salah satunya dalam hal pendidikan
Bahkan, ‘Aisyiyah Kota Denpasar disebut memiliki sejumlah sekolah tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan enam cabang kepengurusan setingkat di bawahnya guna menjangkau masyarakat hingga ke level akar rumput.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Denpasar, Lilis Indrawati, meminta agar Bawaslu Denpasar dapat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi yang dicanangkan. Sosialisasi ini ditujukan kepada wali murid yang sebagian besar diisi oleh perempuan, dalam hal ini adalah ibu dari anak didik yang bersangkutan.
“Wali murid di TK itu biasanya ibu-ibu. Jarang bapak-bapak. Nanti sekali waktu mungkin kita minta Bawaslu untuk menjadi narasumber dalam kegiatan kami,” kata Lilis.
Lebih jauh, Lilis menyebut ‘Aisyiyah Kota Denpasar juga bergerak pada bidang bantuan hukum. Namun kini kegiatan ‘Aisyiyah Kota Denpasar hanya mengedukasi akan pentingnya kesadaran hukum dalam keluarga.
“Jadi kita memberikan pemahaman tentang bagaimana keluarga itu sadar hukum. Kita hadir untuk memberikan edukasi tentang hukum yang kita pahami. Yang kita lakukan masih sebagas sadar hukum,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan audiensi dihadiri pula oleh Anggota Bawaslu Denpasar I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan, Suyanto, Ni Wayan Eka Lestari, Kepala Sekretariat Bawaslu Denpasar Ni Wayan Ernirusita serta Kasubbag dan staf jajaran Bawaslu Kota Denpasar.
Penulis : Gus Mahendra