Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula, Bawaslu Denpasar Jajaki Peluang Kerja Sama dengan SMAN 7 Denpasar
|
Denpasar, Bawaslu Denpasar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Denpasar. Salah satunya, dengan SMA Negeri 7 Denpasar pada Selasa (7/10/2025).
Anggota Bawaslu Denpasar, Dewa Ayu Manik Oktariani mengatakan, penjajakan kerja sama ini digelar sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya antara Bawaslu Provinsi Bali dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali.
“Penjajakan kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari MoU yang digelar antara Bawaslu Provinsi Bali dengan Disdikpora Provinsi Bali. Sehingga, kami melakukan penjajakan kerja sama dengan SMA-SMA yang ada di Kota Denpasar,” jelasnya.
Lebih lanjut, kerja sama ini disebut membahas terkait sosialisasi kepada pelajar di SMAN 7 Denpasar. Meski belum genap berusia 17 tahun, para pelajar ini nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu mendatang.
Selain menjadi pemilih pemula, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Denpasar ini mengungkapkan, para pelajar juga diharapkan untuk dapat menjadi bagian Bawaslu Denpasar dalam melakukan pengawasan kepemiluan melalui pengawasan partisipatifnya.
“Tentunya kami akan memberikan sosislisasi kepada siswa baru terkait literasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Sehingga, dapat menjadi pengawas partisipatif pada Pemilu 2029 mendatang,” tambahnya.
Berkaca dari kontestasi sebelumnya, Plh Ketua Bawaslu Denpasar, Suyanto, menyebut pemilih pemula memiliki peran strategis dalam Pemilu dan Pilkada lantaran jumlahnya yang cukup banyak.
Kendati demikian, tak jarang pemilih pemula justru dikatakan enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Sehingga, sosialisasi kepada pemilih pemula dipandang sebagai salah satu strategi dalam rangka meningkatkan minat pemilih pemula agar datang ke TPS.
“Pemilu sebelumnya, bahwa pemilih pemula jumlahnya cukup besar. Namun, banyak juga dari mereka yang jarang datang ke TPS. Maka dari itu, kami berupaya untuk terus memberikan sosialisasi,” jelas Suyanto.
Rencana kerja sama ini mendapat respons positif dari Kepala SMAN 7 Denpasar, Cokorda Gede Anom Wiratmaja. Pihaknya membuka lebar peluang kerja sama sosialisasi kepada pelajar SMAN 7 Denpasar.
Rencana awal, kegiatan sosialisasi berlangsung kepada siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). “Kita siap (support). Nanti bisa kita siapkan saat kita ada kegiatan. Biasanya di awal tahun ajaran baru. Saat MPLS, silahkan dipakai,” ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi soal kepemiluan dan pengawasan pemilu merupakan hal yang penting kepada pemilih pemula. Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan dapat menjadi pemilih pemula yang bijak, dan terhidar dari berbagai bentuk pelanggaran Pemilu.
Bahkan, mulai memperhatikan rekam jejak para kandidat ketika akan menentukan pilihannya dalam Pemilu atau Pilkada. “Yang penting anak-anak kiya punya literasi terkait kepemiluan. Agar mereka menjadi pemilih yang bijak, tidak mudah disogok, dan lain-lain. Biar mereka bisa menilai calon-calon berdasarkan track record-nya,”pungkasnya.